LÈNGGÈR, KESENIAN RAKYAT, JADI IDOLA BAGI WARGA PITURUH - Koran Purworejo

Breaking








Wednesday, March 8, 2023

LÈNGGÈR, KESENIAN RAKYAT, JADI IDOLA BAGI WARGA PITURUH



KORANPURWOREJO.COM

PURWOREJO - Salah satu hiburan rakyat yang sangat paling disukai bahkan menjadi salah satu cabang seni favorite di Pituruh Purworejo, yaitu Lènggèran.


Paling tidak kesenian ini  menjadi satu jenis seni yang bisa menyedot pengunjung. Bahkan betah hingga pagi. Pengunjung bisa menari dengan lènggèr cantik cantik nan sexy dalam balutan kostum tradisi penari jawa.


Tabah Pribadi Warga Sekartejo, tempo hari punya hajat juga menggelar lènggèran semalam suntuk.

 Menyuguhkan tontonan lènggèran Turonggo Joyo Pimpunan Bang Mat Tato. Dilengkapi 2 penari lènggèr cantik nan sexy.




Menurut Mat Tato  Lenggeran itu mirip seni tayuban. Namun lenggeran itu bèsik seni utamanya berupa kuda kepang atau akrab disebut Èmblèk. Yang dilengkapi sinden dan penari lènggèr. 

Dan pada tengah malam ditampilkan 2 penari cantik. Kemudian para tamu bisa partisipasi njoget jawa dengan para ĺènggèr,diiringi suara rancak angklung dan kendang yang dinamis.

 "Kebanyakan para penonton lelaki  turut joget.  Biasanya sambil nyawèr " , ungkap Mat Tato.

Di Pituruh penari lengger yang jadi idola bernama Khasanah dari Pripih Wadaslintang dan Nining dari Prigelan Pituruh.

Kedua lènggèr ini bagi pendemen ĺènģgèran, adalah layaknya artis idola.


Menurut Mat Tato, kesenian rakyat ini. Sekarang  jadi salah satu hiburan yang lagi buming . Setidaknya di Pituruh ada beberapa grup kesenian Lengger yang lagi buming.  Seperti di desa Kesawen ada Turonggo Wijoyo Kusumo. Desa Prapaklor Grub Turonggo Sakti. Desa Kalikotes ada Turonggo Seto. Dan di desa Ngandagan Turonggo Manunggaling Krido.

Tontonan rakyat satu ini dikenal serba simpel. Bisa digelar di halaman rumah tanpa panggung. Jadi mirip tontonan arena.

"Selain simpel dan praktis. Para lelaki akan bangga jika bisa njoget dengan lengger cantik. Meskipun harus nyawèr". Tandas Mat Tato.


Sementara menurut pengakuan Khasanah, dia mengaku nyaman nyaman saja. Berprofesi sebagai lènggèr.

" Meskipun jop saya semalem hanya Rp 300 ribu. Tapi dari saweran saya bisa dapet Rp 500 ribu pak , aku Khasanah.

Khasanah dan Nining mengaku tidak pernah takut untuk njoget dengan tamu siapapun. Keduanya mengaku malah banyak temen dan merasa terlindungi oleh para pandemen.

Khasanah dan Nining melalui Media KoranPURWOREJO.COM  sempat titip salam bagi para pandemennya di Pituruh juga dimanapun  berada.

"Hallo salam dari saya Khasanah dan Nining . Ayo kapan kita jumpa lagi untuk momen lenggeran saya selalu siap . Iyes ! Pungkasnya.


( Nang).






 

No comments:

Post a Comment