• Breaking News

    DI PITURUH, KYAI. H.NU'MAN DIMYATI TEMANGGUNG, HADAPI CORONA JANGAN SAMPAI GONCANG JIWA


    PITURUH PURWOREJO
    (KORANPURWOREJO)
    Bertempat di  Mushola Al Hikmah Sutogaten Pituruh Purworejo, pimpinan Kyai Mahmud Marzuki. Kamis (19/3/2020) diadakan Isro'.Mi'roj dan Khaul Mbah Kyai H. Muhammad Rosidi.


    Ada yang unik, pada acara keagamaan tersebut. Para tamu undangan disediakan Air cuci tangan dari Galon air mineral serta sabun pembersih.
    Maka dengan kesadaran, Satu persatu para tamu pun melakukan cuci tangan.


    Dalam sambutannya Kyai Mahmud Marzuki  mengatakan. Berharap,  semoga acara yang digelar akan menjadi amal, sebagai dhuriyah (kluarga) Kyai  Muhammad Rosidi.
    Semoga selain sebagai amal akan menjadikan pencerahan bagi kita para muslimin.

    Dijelaskan,  Khaul Kyai. H. Muhammad Rosidi, dalam sejarahnya adalah sebagai seorang perintis ,daerah Pituruh Sutogaten dan Bantengan , menjadi daerah basis agama Islam.


    Karena pada tahun itu, Jauh sebelum merdeka Mbah Kyai . Muh Rosidi  sudah mondok di Madiun Jawa timur. Padahal beliau anak tunggal. Lalu Menurunkan anak 6 orang . Termasuk yang menurunkan Embah saya. Kini keturunannya hampir jadi Kyai semua dan tokoh agama.

    Ditambahkan Kyai Mahmud Marzuki , Sampai sekarang semua yang masih di pondok, dari dhuriyah / canggah ada 13 ditambah dari Bantengan 3 , semoga istikomah. Serta pulang membawa ilmu yang bermanfaat.


    Khaul Kyai Muhammad Rosidi yang Mengundang
    K. H. Nu'man Dimyati. Pe ngasuh Pondok pesantren Anwarrus Sholihin, Kranggan Temanggung.

    Dalam pesannya Kyai Dimyati juga menyinggung penyakit Virus Corona yang lagi menggegerkan dunia.

    Kyai Nu'man Dimyati menceritakan, bahwa Virus
    Corona, yang disebabkan oleh hewan kelelawar sudah diprediksi 15 th lalu oleh  Abubakar Almaskur di negeri Zaman ( luar negeri sana).

    " Bahwa akan ada flu burung . Dan itu sudah datang dan sempat menggegerkan dunia.
    Lalu yang sekarang juga disebutkan bakal ada penyakit Virus Corona. Nyatanya ada juga, tegas Kyai Dimyati.

    Mari kita sikapi secara bijak saja.  Turuti aturan pemerintah. Hidup dengan pola sehat. Cuci tangan pola hidup sehat. Tapi Jangan sampai takut berlebihan, sampai jiwanya goncang, pesan Kyai.

    "Pasar saja masih berjalan. Ngaji ya tetaplah jalan. Jangan sampai ngaji dibubarkan. Malah pasar dibebaskan, urainya.

    Kyai Nu'man Dimyati juga memberi wejangan, untuk menolak corona
    baca saja penuh keyakinan Ayat Kursi 313. Sekali lagi turuti anjuran pemerintah, dan jangan goncang jiwanya, imbuh Kyai.

     Pada sisi lain Kyai NU juga menyinggung soal Tahlil yang tetap dianggapnya penting.
    Apalagi untuk kirim doa Mayid / jenasah, kalau dikirim doa, wacan Qur'an. Mayid itu akan senang. Apalagi jika ada shodaqohnya melengkapi ibadah.

    Doa itu seperti kerja. Kerja kalau pakai ilmu ada dasar secara keilmuan dan ilmunya juga tinggi, maka  penghargaannya juga tinggi di mata Allah. Makanya orang berilmu itu memang ada tempatnya.

    Hadirin  saya yakin, semua yang suka mengaji dan muslim ini, bakal masuk suargo. Karena sudah melaksanakan syariat dan memegang kuncinya. Kalau sudah megang kunci tidak bisa masuk, berarti kita bodoh, kelakar Kyai Dimyati.

    Namun masih ada syaratnya, Bahwa perjalanan ke suargo itu masih banyak jalan yang harus ditempuh.
    Oleh karenanya selain Istiqomah, tur ora lali kewajibane.

    Shodakoh itu penting karena itu juga bernilai. Tapi ada yang lebih abadi yaitu Dzikir.
    Orang yang khusuk dzikir
    Otomatis jauh dari Jengkelan,
    Merian, dan
    Emosian. Karena yang semacam itu
    Gampang dileboni setan.

     "Intine besok nek mati, bagi islam , ingin ke akherat yang disenangi yo kuwi Suwargo.
     Oleh karenanya Jadilah kejujuran ini sperti lidah. Diberi uyah ia akan lapor asin. Diberi rasa pedas, juga mengatakan pedas.
    Termasuk di tiap organ tubuh lain. Semua digerakkan oleh Allah seperti mesin  berjalan sendiri.
    Penggambaran yang demikian itulah saya sebut Makrifatullah.
    Dan mari kita dalami tentang Makrifatullah itu dalam diri dan jiwa kini, pesan Kyai Dimyati.

    Dalam pantauan KoranPurworejo, Khaul Mbah Kyai Muhammad Rosidi  di Mushola Al Hikmah Sutogaten. Selain dihadiri tiga ratusan warga, juga dihadiri Kyai H.Muh Norcahyono, Kyai Much Khoyin, Kyai Abdul Masdjid Kades Akhmad Anwar , juga para Kyai sekitar Pituruh. ( Sts).

    No comments