PETANI NGELUH, HARGA KELAPA SANGAT MURAH,DIDUGA ADA PERSEKONGKOLAN TENGKULAK - Koran Purworejo

Breaking



Friday, June 24, 2022

PETANI NGELUH, HARGA KELAPA SANGAT MURAH,DIDUGA ADA PERSEKONGKOLAN TENGKULAK


KORANPURWOREJO.COM

PURWOREJO 

Para petani kelapa di wilayah Pituruh, Kemiri   Purworejo mengeluh.  Harga jual  yang begitu murah di Pasar Kelapa Pituruh dan Kemiri ,banyak dikeluhkan para petani dan bakul eceran. 


 Keluhan ini , setelah beberapa waktu lalu, minyak goreng  begitu sulit didapat.

Kini setelah isyu minyak goreng usai, giliran  dirasakan para petani kelapa di wilayah Kecamatan Pituruh,  kelapa begitu murah, nyaris tak patut harganya


Wartawan KoranPurworejo.Com, Jum'at  (24/6)   mencoba menelisik langsung ke tempat / sentra penjualan kelapa di Pituruh. 


Heri ( 50 th) warga desa Pituruh, mengaku cukup heran dengan harga kelapa yang cukup rendah ini. 

"Kelapa  rata rata per butir  hanya Rp 2000,- bahkan ada yang harganya hanya Rp 1000,-. Kelapa  paling super pun harga jualnya hanya Rp 2500,- " Ungkap Heri.


Sementara Surip ( 54 th) Warga desa Kalikotes, mengaku heran . 

" Beberapa bulan lalu harga kelapa super  bisa Rp 4.500,- bahkan mencapai Rp 5000,-.

 Saya sebagai petani masih bisa bernafas untuk menjawab kebutuhan hidup, Tapi sekarang kok bisa harganya hanya Rp.1500,- ? Ungkap Surip.


Murahnya harga kelapa di Pasar Pituruh diduga ada persekongkolan harga dari para tengkulak luar kota, yang datang ke Pituruh.


 Pasalnya ada warga Pituruh Yayan ( 43 )  yang bekerja di Temanggung. Mengatakan, harga kelapa di Temanggung masih sekitar Rp 4000,- Hingga Rp 5000,- per butir. Demikian juga dijelaskan sumber di Semarang  dan Solo melalui Whastshap, harga masih berkisar diatas Rp.5000 hingga Rp 7000,- per butir.


Dari Pantauan KoranPurworejo.Com. setiap hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Puluhan ribu kelapa membajiri Pasar Kelapa Pituruh. Diangkut para tengkulak dari Solo ,Semarang, bahkan Jepara.

Seperti dikatakan Tholib ( 54) warga Pituruh yang setiap hari mangkal di Pasar Kelapa,  Para tengkulak datang dari kota Semarang, Kudus, Solo bahkan Pati. 

"Setiap minggu Puluhan Truk Kelapa, dari  Pituruh diangkut para tengkulak luar kota ",  Ungkapnya.

 Tholib sendiri juga mengaku bingung dan heran kenapa harga kelapa demikian rendahnya.

Dari pantauan KoranPurworejo.Com, ratusan ribu kelapa Pituruh, setiap minggu dibawa para  tengkulak ke Semarang, Solo, Demak bahkan Pati, juga ke kota Magelang dan Jogja. Namun dengan harga yang bisa dibilang  cukup murah. 


Dari hal tersebut, banyak petani kelapa yang mengeluh, karena tidak sesuai dengan ongkos petiknya. " Sekarang menyuruh orang memetik kelapa jadi sulit, karena harganya murah " Ungkap Sukir Petani Kelapa desa Pituruh. 

( Nang Tirta)



No comments:

Post a Comment