NY.FATIMAH BASTIAN GANDENG RS BUDHI SEHAT, AJAK PKK CEGAH & PERANGI HEPATITIS - KORAN PURWOREJO

Breaking

Selasa, 20 April 2021

NY.FATIMAH BASTIAN GANDENG RS BUDHI SEHAT, AJAK PKK CEGAH & PERANGI HEPATITIS



KORANPURWOREJO.COM

PURWOREJO.

Tim Penggerak  PKK Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan Rumah Sakit Budi Sehat Sabtu (16/04). Adakan kegiatan sosialisasi kesehatan bersama, yang digelar di Kantor PKK  Purworejo. Dihadiri Wakil Ketua Dra Erna Setyowati Said Romadhon, dr Padmi Bektilestari Sp PD sebagai narasumber, dan sejumlah pengurus PKK Kabupaten.


Ketua PKK Hj Fatimah Verena Prihastyari Agus Bastian SE mengajak untuk mencegah penyakit hepatitis, melalui pola hidup sehat. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan mengajak lingkungan. Pengurus dan anggota PKK supaya bisa sebagai role model menjaga Kesehatan.


 Disampaikan Fatimah Agus Bastian pada kegiatan sosialisasi Kenali dan Cegah Penyakit Hepatitis.

Lebih lanjut Fatimah mengatakan, menyambut positif atas dilaksanakannya sosialisasi sebagai upaya pencegahan. 


 “Saya berharap pengurus dan anggota PKK juga menyampaikan pencegahan penyakit hepatitis kepada masyarakat dilingkungannya, tentunya tetap harus menerapkan protocol kesehatan,” harapnya.


Menurutnya, PKK Kabupaten merupakan satu keluarga, satu rumah tangga yang tidak bias dipisah-pisahkan, maka satu dengan lainnya saling melengkapi dan saling mendukung. Masing-masing bidang baik sekretariat, bendahara, dan Pokja supaya mengetahui juga kegiatan bidang dan Pokja yang lain. 


Termasuk adanya kegiatan sosialisasi pencegahan hepatitis ini, meskipun ini kegiatnya Pokja IV, tapi yang lain juga harus mengetahui.” Tandas Fatimah. 


 Sementra itu dr Padmi Bektilestari memaparkan materi mengenai pengertian Hepatitis yang berarti peradangan pada organ hati atau di masyarakat sering disebut sakit kuning, tapi tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati.


Penyebab Hepatitis berasal dari virus atau non virus (Obat-obatan, alkohol, autoimun), di Indonesia sendiri menduduki peringkat ketiga penderita hepatitis terbanyak di dunia setelah India dan China, terdapat _+ 30 juta orang penderita hepatitis B dan C, bagi yang sudah terinfeksi tidak diperbolehkan donor darah, organ atau jaringan jika menderita hepatitis B/C dan menjaga agar orang lain tidak terkena darah dan cairan tubuh penderita hepatitis,imbuhnya.


Secara terpisah Erna Said mengatakan, sosialisasi ini sangat penting supaya meengetahui lebih dini sehingga bisa dilakukan pencegahan. 


Bahkan pada sosialisasi ini juga disediakan pemeriksaan Kesehatan seperti pemeriksaan tensi darah, pemeriksaan kadar gula darah, berat badan, dan lainnya. Kerjasama ini bisa terus ditinglkatkan  dengan menggandeng insatnsi lain.


Nang Tirta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAYANGAN HALAMAN