UNTUK MAJUKAN PENDIDIKAN, PGRI GELAR FINAL LOMBA KARISMA TIK, KARYA INSPIRATIF MEDIA AJAR BERBASIS TIK. - KORAN PURWOREJO

Breaking

Senin, 23 November 2020

UNTUK MAJUKAN PENDIDIKAN, PGRI GELAR FINAL LOMBA KARISMA TIK, KARYA INSPIRATIF MEDIA AJAR BERBASIS TIK.



KORANPURWOREJO.COM

Purworejo

Untuk memajukan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar ( KBM )  profesional. Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Purworejo di HUT yang ke-75 , mengadakan Lomba Karisma TIK Karya Inspiratif  Media Ajar Berbasis TIK. Dari tingkat Guru TK, SD /MI , SLTP dan Tingkat Guru SLTA. Penyelenggaraan menggunakan protokoler kesehatan.


Final lompa Karya Inspiratif Media Ajar berbasis TIK digelar di Aula Gedung PGRI Purworejo Senin ( 23/11/2020). 

Ketua PGRI Purworejo , Irianto Gunawan , Spd menjelaskan. 

Ketua PGRI Irianto Gunawan ,Spd. Mendahului daerah lain.


" Guru sebagai ujung tombak pendidikan. Harus menyesuaikan jamannya. Penyelenggaraan lomba Karya Inspiratif tersebut tidak lain Guna meningkatkan mutu pendidikan dan guna membangun martabat  anak bangsa.

Para finalis Guru guru perempuan.

Selain itu, guna meningkatkan profesionalisme untuk meningkatkan inovasi inovasi KBM yang  positip  dalam pendidikan " Urai Gunawan.


" PGRI dalam hal ini menjalankan  amanat untuk menyelenggarakan pendidikan supaya bisa lebih bermutu, sesuai tujuan pendidikan. Supaya memberi kekuatan kepada anak  bangsa", imbuh Gunawan. 

Para wakil Finalis mendapat kenangan dari Ketua PGRI.


Dalam keterangannya kepada KoranPurworejo.Com, lomba Karya Inspiratif Media Ajar Berbasis Tik ini, PGRI Purworejo mendahului menyelenggarakan untuk yang pertamakali.  Daerah lain belum ada yang menggelar. Bahkan PGRI juga memberi penghargaan sertipikat yang bisa untuk menambah poin nilai. Juga piagam dan uang pembinaan.

Salah satu Finalis presentasi diapresiasi Juri.


Dewan Yuri pun didatangkan dari kalangan profesional. Tidak tanggung tanggung dari Pusdatin Kemendikbud Jakarta.

Para finalis pun harus mempresentasikan karya kreatifnya dihadapan 3 Juri Nadional Kemendikbud.

Kemudian setelah itu, para dewan Juri memberi ulasan baik secara tematik, hasil visual serta bobot kriteria lainnya.  Diberi pencerahan kekurangan dan kelebihannya sebagai karya inspiratif.

Juri Heroe Nuegraha Pusdatin Kemendikbud.

Salah seorang Juri dari Pusdatin Kemendikbud Heroe Noegraha  mengatakan, " Guru harus menyesuaikan jamannya. Guru harus tidak boleh gagap teknologi. Ini tuntutan jaman. Guru harus inovatif, tidak boleh malu malu belajar TIK. Karena di Abad 21 harus kreatif. Karena Guru sebagai Ujung tombak pendidikan.

Para finalis berfoto bersama Juri dari Kemendikbud.


" Diakui ada kecenderungan, jika guru tidak belajar TIK, ditemukan fakta  justru ada anak anak melenial yang lebih pintar.

Oleh karenanya guru wajib bekerja keras menguasai ilmu TIK sesuai tuntutan eranya. 

Sebagai Guru, kelak kedepan akan berperan sebagai fasilitator. Bukan penceramah tunggal seperti masa lalu. Namun harus piawai mengarahkan dan memandu diskusi, tandas Heroe Noegraha.


Adapun Berita tentang siapa para peraih juara,  akan diangkat KoranPurworejo.Com dikemudian hari. ( SuTa).



1 komentar:

  1. Maju terus guru Indonesia,perubahan diawali dari diri sendiri dan berdampak positif untuk generasi berikutnya

    BalasHapus

TAYANGAN HALAMAN

IKLAN REDAKSI