LULUSAN SMK DAPAT ANGIN SEGAR, PROGRAM DARI SANG MENTRI - KORAN PURWOREJO

Breaking

Kamis, 27 Mei 2021

LULUSAN SMK DAPAT ANGIN SEGAR, PROGRAM DARI SANG MENTRI


KORANPURWOREJO

JAKARTA, - Pemerintah Pusat melalui Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim memberikan kesempatan gelar Diploma 2 (D2)  jalur cepat. 

Kepada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tertentu. Hal itu, disampaikan melalui saluran Youtobe pada Selasa (25/5/2021), saat acara peluncuran Kampus Merdeka Vokalis Kemendikbud RI. 


Nadiem menjelaskan, syaratnya dengan lulusan SMK tersebut harus bersekolah di SMK yang bekerja sama dengan Perguruan Tinggi dan Industri melalui program Kampus Merdeka Vokasi yang diluncurkannya itu. 


"Kita ingin anak-anak yang lakukan program SMK-D2 jalur cepat dapat diskon waktu. Program yang tadinya lima tahun pun, sekarang 4,5 tahun. Dapat satu semester gratis, karena diakui pengalaman mereka pada saat belajar di SMK," katanya. 


Selanjutnya, melalui program ini, perguruan tinggi vokasi dapat memilih SMK yang ingin dijadikan mitra. Kemudian perguruan tinggi bersama SMK dan industri bakal merancang kurikulum pembelajaran di SMK dan kampus sehingga saling berkelanjutan. "lulusan SMK bisa melanjutkan studinya langsung ke perguruan tinggi mitra sekolahnya dan menghemat satu semester hingga lulus dengan gelar D2," ujarnya. 


Dijelaskan, Jika kampus dan SMK tertarik bekerja sama untuk menjalankan program ini, Nadiem juga menjanjikan bantuan dana dari Kemendikburistek hingga Rp90 miliar. 


"Kita berikan dana yang akan ada proposal dari perguruan tinggi vokasi. Tapi direstrik untuk dua program," jelasnya. 


Dikatakan Nadiem, Selain dengan membuat program SMK-D2 jalur cepat, bantuan dana itu juga bisa dimanfaatkan perguruan tinggi vokasi yang ingin meningkatkan program studi D3nya menjadi sarjana terapan (D4). 


"Namun bantuan dana tersebut hanya bisa diberikan bagi perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan minimum tiga perusahaan, prodi D3 berakreditasi minimum B, dan mendapat izin penyelenggaraan sarjana terapan," pungkasnya. 


Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto, mendorong kampus menghapus prodi D3 dan beralih ke sarjana terapan. keberadaan D3 tidak efektif karena kebanyakan Mahasiswa dengan gelar tersebut berujung melanjutkan ke prodi S1 karena prospek pekerjaan yang tidak luas. 


"Jika mengikuti prodi sarjana terapan, lulusan D4 nggak usah ambil S1. Orang sudah setara S1. Ini kan yang sering kali kita lupa," katanya.


( Untuk memberi informasi / hak publik. Info ditulis oleh Tim Redaksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAYANGAN HALAMAN