AHY BEBERKAN APA YANG TERJADI DI TUBUH DEMOKRAT , AJAK KADER BERSATU SELAMATKAN PARTAI - KORAN PURWOREJO

Breaking

Sabtu, 06 Maret 2021

AHY BEBERKAN APA YANG TERJADI DI TUBUH DEMOKRAT , AJAK KADER BERSATU SELAMATKAN PARTAI


JAKARTA

KORANPURWOREJO.COM

Alhamdulillah Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hari ini kita masih

diberikan kesehatan dan kesempatan, untuk bisa bersama-sama menjelaskan duduk 

perkara sebenarnya, terkait apa yang terjadi pada Partai Demokrat hari ini. 

Rekan-rekan wartawan, insan pers yang saya cintai dan banggakan,

Dan tentu saya ingin menyapa seluruh kader Partai Demokrat dimanapun berada, dan juga 

masyarakat Indonesia di seluruh Tanah Air. 

Terima kasih atas kehadiran para wartawan sore hari ini di Kantor Dewan Pimpinan Pusat 

(DPP) Partai Demokrat, Jakarta. 


Kami secara khusus mengundang rekan-rekan wartawan untuk hadir dalam konferensi pers

yang saya sampaikan langsung dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang sah. 


Terkait adanya Kongres Luar Biasa atau KLB yang dilakukan secara ilegal, inkonstitusional

oleh sejumlah kader, mantan kader yang juga bersekongkol, berkomplot dengan aktor 

eksternal.

Saya berdiri di sini tidak sendirian, mungkin terlihat saya hanya didampingi oleh Sekretaris 

Jenderal saya, Bung Teuku Riefky Harsya, disaksikan oleh beberapa pengurus DPP Partai 

Demokrat. 

Tapi sejatinya saya berdiri tegak di sini mewakili jutaan kader dan simpatisan Partai 

Demokrat di seluruh wilayah, mewakili 34 Ketua DPD di 34 Provinsi dari Aceh sampai 

dengan Papua, mewakili Ketua DPC di 514 Kabupaten dan Kota, juga mewakili ribuan 

anggota Fraksi Partai Demokrat baik di tingkat pusat DPR RI maupun di tingkat daerah, 

Provinsi maupun Kabupaten dan Kota.

Saya juga berdiri di sini karena telah mendapatkan mandat dan amanah dari seluruh kader 

yang memiliki hak suara yang sah, yang telah mereka gunakan dan berikan dalam Kongres 

V Partai Demokrat pada tanggal 15 Maret 2020 lalu. Kongres yang sah, kongres yang satu per satu siapa saja orangnya. Yang tentu itu juga menjadi bagian kedaulatan partai kami.

Dan kemudian ada juga sejumlah mantan kader atau kader yang sudah lama tidak aktif lagi 

bahkan sudah pindah partai tiba-tiba kembali menggunakan jaket biru Demokrat. Seolah-

olah mereka adalah kader aktif, seolah-olah mereka memiliki hak suara yang sah. 

Bukan. Saya bisa pastikan itu. 

Ada memang sejumlah Ketua DPC yang terpapar Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan 

Partai Demokrat dari kepemimpinan yang sah ini. Tetapi semua itu, ada 34 yang saya catat, 

berdasarkan laporan dari lapangan dan dari berbagai sumber. Mereka juga sudah di PLT 

sebelum KLB dimulai. 

Jadi, sekali lagi, tidak ada pemilik hak suara yang sah yang hadir dalam KLB tersebut. 

Saya sendiri, termasuk Sekjen, telah memegang surat pernyataan kesetiaan dan penolakan 

KLB dari para Ketua DPD dan Ketua DPC di seluruh Indonesia. Paling tidak sampai dengan 

tadi pagi, sekitar 93 persen pemilik suara sah berada di tempatnya masing-masing.

Tidak ada yang akhirnya, mereka tidak melakukan penerbangan ataupun perjalanan ke 

Sumatera Utara. 

Fakta di lapangan, hanya sekitar 7 persen, dan itupun sudah kita ganti, sudah di PLT, kami 

bisa buktikan dokumen-dokumennya. 

Yang saya sayangkan, banyak dari mereka yang kemudian tadi kita saksikan dari sejumlah 

media, hadir atas dasar paksaan, ancaman dan juga imbalan berupa uang, posisi, dan 

kedudukan.

Ini yang saya nilai sangat merusak Demokrasi di negeri kita. Bukan hanya kedaulatan, 

kehormatan, dan eksistensi Partai Demokrat yang dipertaruhkan disini. Tetapi juga nasib 

dan masa depan demokrasi di negeri kita.

Apa jadinya kalau ada aktor-aktor tertentu yang merasa memiliki kekuatan politik, kekuatan 

uang, lalu bisa berbuat semau-maunya, sewenang-wenang, mengambil alih partai politik 

yang sah dan berdaulat, dengan cara-cara tidak legal tadi. 

Hancurlah Demokrasi kita. Artinya, kami disini bukan hanya ingin menyuarakan hak yang 

dimiliki oleh Partai Demokrat tapi juga ingin menyuarakan perjuangan kami untuk tetap 

menjaga Demokrasi hidup dengan baik di negeri kita. 

Ini tekad dan komitmen kami, seluruh kader Partai Demokrat. 

Saya juga ingin mengangkat fakta bahwa, tadi ada orang-orang yang telah berada di tempat 

lain, di partai lain. Kemudian mereka yang bukan anggota Partai Demokrat, yang jelas-jelas 

tidak punya KTA, terus diakui menjadi anggota, maka kemudian bisa mencalonkan diri, atau 

diminta menjadi Ketua Umum, tentu ini melecehkan administrasi, aturan dan segala prinsip 

yang diyakini dan digunakan oleh Partai Demokrat selama ini. 

Demi ambisi pribadi. Demi kepuasan politik semata. Demi agenda yang kita tidak tahu


4 of 6

Saya ingin menyampaikan, semoga semua fakta tadi, tidak dibelok-belokkan, bahwa KLB 

ini, bisa dikatakan, dagelan. 

Saya sih tidak bisa terima dengan akal sehat sebetulnya. Tetapi ya sudah terjadi dan kami 

yakinkan bahwa itu semua akan kami hadapi dan kami lawan karena kami punya hak dan 

kewajiban. 

Jangan ciderai akal sehat, jangan injak-injak etika, moral dalam politik yang berkeadaban. 

Kedua, mengingat para pimpinan DPD dan DPC kami solid, maka siapapun yang mengaku 

membawa surat kuasa mengatasnamakan DPD dan DPC, saya pastikan bahwa surat 

kuasa itu adalah palsu dan melanggar hukum. Tindakan itu jelas ilegal dan tentu akan 

kita lakukan langkah-langkah hukum terhadap itu. 

Saya mendapatkan laporan, saya berkomunikasi langsung, menyapa langsung, bertanya 

langsung dan mendapatkan penjelasan langsung dalam bentuk statement, deklarasi dari

para pimpinan DPD dan DPC, pemegang suara yang sah bahwa mereka setia dan bulat 

tekadnya untuk tunduk pada partai yang sah sesuai dengan hasil Kongres V tahun lalu. 

Ketiga, sebenarnya mungkin tidak semuanya tahu, kami telah berupaya mencegah

terjadinya KLB ilegal ini, juga mengingatkan pemerintah melalui surat resmi yang telah kami 

kirimkan kepada sejumlah pejabat negara yaitu Menkopolhukam, MenkumHAM, dan 

Kapolri, kami tentu menghormati beliau-beliau dan kami anggap bahwa beliau-beliau 

tersebut memiliki kewenangan dan kepentingan untuk menjaga stabilitas politik, keamanan

juga stabilitas sosial atas dasar nilai-nilai hukum dan keadilan yang berlaku di negeri ini. 

Karena kami tidak ingin terjadi sesuatu yang kemudian justru menimbulkan sesuatu yang 

tidak kita inginkan, misalnya terjadi kegaduhan yang berujung pada instabilitas politik, 

hukum dan keamanan. Itulah mengapa kami dengan niat yang baik dan tulus mengirimkan 

pesan dan juga permohonan agar apa yang terjadi pada Partai Demokrat ini mendapatkan 

atensi dan juga bisa diberikan ruang yang luas kepada kita semua untuk mencari keadilan.

Keempat, terkait dengan keterlibatan KSP Moeldoko, yang selama ini selalu mengelak, kini

sudah terang benderang. Terbukti, ketika diminta oleh para pelaku GPK-PD, tadi kita 

saksikan, kita dengar bersama melalui sejumlah media, walaupun acaranya tertutup tapi 

bisa kita ikuti. Bahwa yang bersangkutan KSP Moeldoko menerima ketika diminta untuk 

menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumut.

Tentu apa yang disampaikan oleh KSP Moeldoko tadi, meruntuhkan seluruh 

pernyataan yang telah diucapkan sebelumnya. Yang katanya ia tidak tahu menahu, tidak 

ikut-ikutan, tidak terlibat, bahkan mengatakan semua itu permasalahan internal Partai 

Demokrat. 

Faktanya, KSP Moeldoko bukan kader Demokrat. Jadi jelas bukan hanya permasalahan 

internal Partai Demokrat. Segelintir kader, mantan kader yang tadi semangat sekali 

melakukan KLB di Sumut, tidak mungkin punya semangat dan kemudian keyakinan kalau 

tidak mendapatkan dukungan dari KSP Moeldoko. 

Jadi, sekali lagi saya mengatakan bahwa apa yang ia sampaikan selama ini, ia pungkiri 

sendiri, melalui kesetiaannya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat abal-abal versi KLB


Saya ingin menyampaikan, semoga semua fakta tadi, tidak dibelok-belokkan, bahwa KLB 

ini, bisa dikatakan, dagelan. 

Saya sih tidak bisa terima dengan akal sehat sebetulnya. Tetapi ya sudah terjadi dan kami 

yakinkan bahwa itu semua akan kami hadapi dan kami lawan karena kami punya hak dan 

kewajiban. 

Jangan ciderai akal sehat, jangan injak-injak etika, moral dalam politik yang berkeadaban. 

Kedua, mengingat para pimpinan DPD dan DPC kami solid, maka siapapun yang mengaku 

membawa surat kuasa mengatasnamakan DPD dan DPC, saya pastikan bahwa surat 

kuasa itu adalah palsu dan melanggar hukum. Tindakan itu jelas ilegal dan tentu akan 

kita lakukan langkah-langkah hukum terhadap itu. 

Saya mendapatkan laporan, saya berkomunikasi langsung, menyapa langsung, bertanya 

langsung dan mendapatkan penjelasan langsung dalam bentuk statement, deklarasi dari

para pimpinan DPD dan DPC, pemegang suara yang sah bahwa mereka setia dan bulat 

tekadnya untuk tunduk pada partai yang sah sesuai dengan hasil Kongres V tahun lalu. 

Ketiga, sebenarnya mungkin tidak semuanya tahu, kami telah berupaya mencegah

terjadinya KLB ilegal ini, juga mengingatkan pemerintah melalui surat resmi yang telah kami 

kirimkan kepada sejumlah pejabat negara yaitu Menkopolhukam, MenkumHAM, dan 

Kapolri, kami tentu menghormati beliau-beliau dan kami anggap bahwa beliau-beliau 

tersebut memiliki kewenangan dan kepentingan untuk menjaga stabilitas politik, keamanan

juga stabilitas sosial atas dasar nilai-nilai hukum dan keadilan yang berlaku di negeri ini. 

Karena kami tidak ingin terjadi sesuatu yang kemudian justru menimbulkan sesuatu yang 

tidak kita inginkan, misalnya terjadi kegaduhan yang berujung pada instabilitas politik, 

hukum dan keamanan. Itulah mengapa kami dengan niat yang baik dan tulus mengirimkan 

pesan dan juga permohonan agar apa yang terjadi pada Partai Demokrat ini mendapatkan 

atensi dan juga bisa diberikan ruang yang luas kepada kita semua untuk mencari keadilan.

Keempat, terkait dengan keterlibatan KSP Moeldoko, yang selama ini selalu mengelak, kini

sudah terang benderang. Terbukti, ketika diminta oleh para pelaku GPK-PD, tadi kita 

saksikan, kita dengar bersama melalui sejumlah media, walaupun acaranya tertutup tapi 

bisa kita ikuti. Bahwa yang bersangkutan KSP Moeldoko menerima ketika diminta untuk 

menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumut.

Tentu apa yang disampaikan oleh KSP Moeldoko tadi, meruntuhkan seluruh 

pernyataan yang telah diucapkan sebelumnya. Yang katanya ia tidak tahu menahu, tidak 

ikut-ikutan, tidak terlibat, bahkan mengatakan semua itu permasalahan internal Partai 

Demokrat. 

Faktanya, KSP Moeldoko bukan kader Demokrat. Jadi jelas bukan hanya permasalahan 

internal Partai Demokrat. Segelintir kader, mantan kader yang tadi semangat sekali 

melakukan KLB di Sumut, tidak mungkin punya semangat dan kemudian keyakinan kalau 

tidak mendapatkan dukungan dari KSP Moeldoko. 

Jadi, sekali lagi saya mengatakan bahwa apa yang ia sampaikan selama ini, ia pungkiri 

sendiri, melalui kesetiaannya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat abal-abal versi KLB



Saya bisa menyampaikan ini, karena banyak bukti yang kami dapatkan selama ini. Tidak 

semua tentunya kami jelaskan ke publik. Tapi, bukti-buktinya lengkap. Dan pada puncaknya 

ya hari ini, KLB ilegal tadi. 

Artinya, memang sejak awal, motif dan keterlibatan KSP Moeldoko tidak berubah. Yaitu, 

ingin mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat yang sah, dengan menggunakan cara-

cara yang inkonstitusional, serta jauh dari moral dan etika politik. Kini, saya mempersilakan

kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sangat saya cintai dan muliakan untuk menilai 

sendiri, sikap dan perilaku tersebut. 

Bagi kami, sikap dan perilaku tersebut bukanlah sikap dan perilaku yang ksatria, bukan juga 

sikap dan perilaku yang bisa dijadikan contoh yang baik, bagi seluruh masyarakat Indonesia 

juga bagi generasi muda.

Kami tentu sangat menghormati senior-senior dan para pendahulu. Saya juga dulu adalah 

prajurit. Beliau juga adalah prajurit. Dalam dunia keprajuritan menghormati senior adalah 

sesuatu yang wajib kita lakukan, tetapi dari para senior pula saya mendapatkan pelajaran 

bahwa tidak semuanya bisa memberikan contoh yang baik. 

Kami berharap sebetulnya, terus mendapatkan keteladanan dan contoh-contoh yang baik 

untuk menjadi referensi dan juga bisa memotivasi generasi muda Indonesia untuk bisa 

tumbuh dan berkembang dan lebih maju lagi. 

Kelima, ingin saya sampaikan bahwa di negara demokrasi yang seharusnya menjunjung 

tinggi dan menghormati independensi dan kedaulatan Partai Politik, saya meminta negara 

dan aparat pemerintah untuk tidak melakukan pembiaran, atas kegiatan ilegal yang 

dilakukan KSP Moeldoko untuk memecah belah Partai Demokrat.

Untuk itu, saya meminta dengan hormat kepada Bapak Presiden Joko Widodo, khususnya 

Menteri Hukum dan HAM, untuk tidak memberikan pengesahan dan legitimasi kepada KLB 

ilegal yang jelas-jelas melawan hukum tadi. 

Langkah yang akan kami tempuh setelah ini, adalah melalui tim hukum kami yang sudah 

kami siapkan, akan melaporkan panitia dan siapapun yang tadi terlibat dalam 

penyelenggaraan KLB ilegal kepada jajaran penegak hukum. 

Kami berikhtiar, berjuang untuk mempertahankan kedaulatan sekaligus mencari keadilan. 

Kepada seluruh masyarakat Indonesia dimanapun berada, di hadapan mimbar ini saya 

bersaksi bahwa kami akan terus berjuang untuk mempertahankan kedaulatan dan 

kehormatan partai kami. 

Juga insya Allah kami akan terus berjuang untuk menjaga demokrasi dan 

menegakkan keadilan di negeri ini. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh 

masyarakat Indonesia. 

Akhirnya, kepada seluruh kader Partai Demokrat, saya mengucapkan apresiasi setinggi-

tingginya atas kesetiaan dan kebulatan tekad tegak lurus di bawah kepemimpinan hasil 

Kongres V Partai Demokrat yang sah.

Sehingga, bisa kami tegaskan di sini, tidak ada dualisme kepemimpinan dan 

kepengurusan Partai Demokrat.


Saya ulangi, saya ulangi, tidak ada dualisme kepemimpinan dan kepengurusan Partai 

Demokrat.

Saya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), adalah Ketua Umum Partai Demokrat yang 

sah dan legitimate. Konstitusi kami, AD/ART, juga tidak ada yang berubah, 

berdasarkan Kongres V, 15 Maret 2020, yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum

dan HAM. 

Saya juga tentu patut mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya 

atas perjuangan tanpa henti para pemimpin, pengurus dan seluruh kader yang telah 

memberikan pernyataan maupun yang turun langsung ke lapangan, menolak adanya KLB.

Terutama para pimpinan dan kader di wilayah Sumatera Utara, saya bangga, Bapak, Ibu 

berani menyampaikan suaranya dengan lantang. Bahwa tidak ingin, Sumatera Utara 

dikotori oleh KLB ilegal yang mengatasnamakan Partai Demokrat. 

Saya tentu berharap kita semua dapat terus menjaga diri, tapi juga tetap berani 

menyuarakan kebenaran dan keadilan. Tentu semua itu kita lakukan dengan cara-cara 

terhormat dan juga dengan cara-cara yang beretika. 

Kita jangan gentar menghadapi ujian dan tantangan ini, karena meski Demokrat diganggu,

insya Allah justru akan membuat Demokrat semakin kuat, semakin kompak, dan semakin 

solid. 

Akhirnya, saya instruksikan kepada seluruh pengurus dan kader Partai Demokrat di 

manapun berada,

Mari rapatkan barisan. Selamatkan Demokrat, Selamatkan Demokrasi.

Insya Allah, dengan ridho dan perkenan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, kebenaran 

akan menang dan yang melawannya akan tumbang. 

Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit. 

Terima kasih

Jakarta, 5 Maret 2021


Sumanang Tirta (  Pers Rilis DPP Demokrat).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAYANGAN HALAMAN

IKLAN REDAKSI