BALON BUPATI AGUSTINUS SUSANTO HADIAHI MBAH SANURI UMROH. - Koran Purworejo

Breaking

Friday, August 21, 2020

BALON BUPATI AGUSTINUS SUSANTO HADIAHI MBAH SANURI UMROH.


KORAN PURWOREJO.COM

Pituruh.

Setelah menyambut peringatan HUT kemerdekaan RI ke 75. Dengan mengadakan pertunjukkan wayang mbeling live Striming, di Situs Gunung Pencu Ngandagan Pituruh Purworejo ( 15/8/2020 ).

Balon Bupati Agustinus Susanto, mengaku  setelah Rekomendasi PDIP turun mendapat banyak respon dari berbagai kelompok masyarakat. Demikian pengakuan Agustinus Susanto pada media. 


Calon bupati yang  berpasangan dengan Rahmat Kabuli Januwanto yang di usung PDIP, GERINDRA, dan PAN ini. Malam Jum,at  (20/8/2020) lalu juga diundang Majelis Tahlil Fadilah di Desa Tapen, Kecamatan Pituruh Purworejo.

Sebagaimana diungkapkan Ibu Supri,  YASIN FADILAH  akhirnya kerawuhan tamu yang ditunggu tunggu . Berkah buat ibu ibu dan simbah simbah. Karena siangnya derep pari di sawah, malam harinya jadi tersenyum ceria. Tapi yang paling bahagia malam ini Mbah Sanuri.


Mbah Sanuri bisa foto sama Pak Agus, Mbah Sanuri  yang selalu  memimpin sesi Tahlilan ketika acara pengajian, di hadihai umroh. Alloh SWA melimpahkan berkahnya yang luarbiasa  kepada  Mbah Sanuri malam ini. Ungkap Bu Supri.


Menurut Bu Supri, Mbah Sanuri ini guru ngaji dan pemimpin tahlil yang tekun dan sudah tuĂ . Saya percaya  rizki  memang tidak akan tertukar , dan datang disaat yang tepat . Tambah Bu Supri


Kedatangan Cabup Agustinus Susanto, yang dikenal suka berderma ini, diakuinya atas undangan warga kelompok Yasin Fadilah desa Tapen.. 

Bagi warga Pituruh sudah tidak kaget, karena mantan perwira Kopassus ini memang dikenal suka berderma. Agustininus Susanto yang akrab dipanggil AS ini hampir setiap hari sedikitnya terjadwal 3 sampai 4 lokasi. Untuk menemui perkumpulan warga di 16 kecamatan yang ada di Purworejo.


Seperti dibenarkan olek Kaki Suparman salah satu orang  dekatnya. " Beberapa hari yang lalu  Pak Susanto, di suatu hajatan Wayang membayar semua bakul yang jualan. Hingga habis Rp.18 Juta. Ungkapnya.


Hal senada juga diceritakan oleh Ibu Ning Sukiman. Pak AS sejak belum jadi tentara, hingga kaya raya, sifatnya tidak berubah. " Tentang suka berderma,mendatangi dan berderma pada para orang tua, juga orang yang kurang beruntung, itu bukan baru baru saja. Itu sudah sejak dulu, imbuh Ning Sukiman.

Tak heran jika kedatangannya ke Kelompok Tahlih Fadilah di desa Tapen. Pak AS menghadiahi mBah Sanuri untuk Umroh, ya itulah salah satu dari kebaikan Pak AS diantara kebaikan kebaikan  lainnya.  Imbuh Ning Sukiman.( R .Advetori )


No comments:

Post a Comment