Naas, Siswa SDN 2 Pangen Jurutengah, Tewas Di Kolam Renang Saat Study Tour - Koran Purworejo

Breaking




Thursday, September 22, 2022

Naas, Siswa SDN 2 Pangen Jurutengah, Tewas Di Kolam Renang Saat Study Tour


KoranPURWOREJO.COM

PURWOREJO  Seorang siswa SD di Purworejo, Jawa Tengah tewas saat mengikuti study tour .Korban Wira Jati Sentika, tewas karena tenggelam di salah satu kolam renang di Bantul, DIY.

Isak tangis pasutri dan keluarga besar pecah saat korban akan diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir.  


Diketahui, korban bernama Wira Jati Sentika (12) warga RT 03/ RW 04, Kelurahan Pangen Jurutengah, Kecamatan Purworejo. Siswa kelas 6 SDN 2 Pangen Jurutengah  tewas tenggelam di salah satu kolam renang di Bantul saat mengikuti tur studi pada Selasa sore kemarin.


"Ya ceritanya itu saat mengikuti pembelajaran di luar kelas istilahnya kalau dulu study tour. Korban meninggal karena tenggelam di kolam renang Water Park Gabusan, Bantul," kata wasit diono Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada wartawan Rabu (21/9/2022).


Wasit menjelaskan, sebelum peristiwa nahas itu terjadi, rombongan siswa yang mengikuti tur studi dibawa oleh biro perjalanan menuju Taman Pintar Jogja, Kasongan hingga ke kolam renang (water park) di Gabusan Bantul. 


Usai rombongan para siswa berenang, semua masuk ke dalam bus dan dicek satu per satu oleh biro perjalanan serta guru pendamping. Namun salah satu siswa yakni Wira Jati Sentika belum terlihat didalam  Bus.

"Sampai kolam renang sudah sore, terus para siswa renangnya di tempat yang dangkal. Nah ketika semua selesai bilasan dan naik bus, (W.J) korban ini belum terlihat naik. Temen korban menjelaskan kalau yang bersangkutan kembali ke kolam karena ada barang yang tertinggal. Setelah dicek, korban ditemukan sudah tenggelam di kolam sedalam 1,5 meter dengan masih berbusana renang warna hitam," jelasnya.


Diperoleh keterangan. Dengan adanya peristiwa kejadian tersebut, seluruh pihak terkait sudah melakukan musyawarah dan tidak akan dilanjutkan ke proses hukum.

 Pihak Dindikbud ke depannya juga akan lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


Suasana duka tampak mendalam di rumah korban apalagi korban adalah  anak tunggal dari pasangan suami-istri (pasutri) Suwaldi (57) dan Sutirah (47). Jenasah korban dimakamkan Rabu siang  (21/9/2022) dipemakaman setempat. 

Menurut sumber di desa tersebut almarhum Wira Jati adalah anak tunggal. Yang konon untuk menyambut kelahirannya, harus menunggu hingga 8 tahun.

Dari peristiwa ini semoga bisa menjadi pembelajaran bagi para pendidik atau trevel tour, supaya lebih hati hati jika hendak menyelenggarakan acara hal serupa. ( S.Tirta).


 


No comments:

Post a Comment