AYO NDAFTAR ! ISP BUKA 100 SEKOLAH SEPAK BOLA GRATIS DI DESA DESA - Koran Purworejo

Breaking

 






Tuesday, October 20, 2020

AYO NDAFTAR ! ISP BUKA 100 SEKOLAH SEPAK BOLA GRATIS DI DESA DESA



KORANPURWOREJO.COM

Purworejo.

Dijelaskan oleh  Rohman Supriyadi, Direktur ISP Football Academy, sebuah lembaga pembinaan dibawah kepengurusan ISP.


"Untuk anak-anak di Purworejo, mulai bulan depan agar mendaftarkan diri menjadi siswa SSB ISP di desa-desa terdekat," pesan Rohman, Minggu (18/10/2020) di hadapan wartawan.


ISP (Ikatan Sepakbola Purworejo), akan mendirikan 100 SSB (Sekolah Sepakbola), di desa-desa yang ada di Kabupaten Purworejo. Pendirian 100 SSB ini, akan dimulai bulan depan ( Nop - Red). 


Untuk siswanya, diambil dari anak-anak desa setempat dan sekitarnya. Siswa, tidak dipungut biaya, alias gratis, dan dilatih oleh pelatih berlisensi AFC yang disediakan oleh manajemen ISP. Untuk fasilitas latihan (bola, Kun, dan peralatan lain), juga disediakan ISP.


Pendirian 100 SSB yang ditargetkan akan tercapai hingga Maret 2021 tersebut, menurut Rohman, dalam rangka menyiapkan bibit-bibit pesepakbola Purworejo, yang telah mencanangkan diri menjadi klub profesional di tahun 2023 dan seterusnya. 


Kata Rohman, akan dibangun Diklat Sepakbola Purworejo, dimana siswa-siswa yang berbakat, nantinya akan diasramakan dan disekolahkan menjadi satu di sekolah atau kelas khusus atlit sepakbola.


Rohman, yang didampingi Ketua ISP, Angko Setyarso Widodo menjelaskan, dengan didirikannya 100 SSB tersebut, bulan Juni 2021 akan diselenggarakan seleksi memilih pemain yang akan masuk kelas 1 SMP, dan kelas 1 SMA, untuk menjadi siswa di klub sepakbola ISP yang berasrama.


"Tujuannya, sepakbola profesional itu butuh yang namanya aspek suporty. Berdirinya SSB di seluruh desa, merupakan aspek suporting nanti ketika ISP sudah liga profesional. Dan dicanangkan tahun 2023 ISP masuk liga 2. Jangan sampai ketika nanti ISP masuk liga profesional, bingung uang," kata Rohman. 


Saat ini, dirinya sedang membangun proyek industrialisasi sepak bola, yang didalamnya berisi industrialisasi bisnisnya, pemainnya, dan suporter. 


Dijelaskan Rohman, industrialisasi pemain, dengan terus memproduksi pemain sebanyak-banyaknya dari seluruh pelosok desa.


"Titik akhirnya, ketika nanti ISP berkompeten resmi, di liga PSSI entah di liga dua atau liga tiga selanjutnya, untuk suporternya, tinggal pencet tombol dari manajemen pusat, maka seluruh siswa dan orangtuanya diminta hadir untuk menyaksikan ISP," ujar Angko menimpali.


Karena kedepannya, kata Angko, Purworejo memiliki stadion besar. Jangan sampai stadion besar tak ada penonton. Ini, jelas Angko, yang disebut dengan industrialisasi suporter, dengan terus  mencetak suporter-suporter baru.


SSB ISP Football Academy ini, lanjut Rohman, akan merekrut siswa mulai umur 8 hingga 17 tahun, putra dan putri. Dengan target 100 SSB, nantinya stadion akan selalu penuh penonton. Untuk industrialisasi pemain ini, baru akan dirasakan 10 tahun mendatang .

 

"Dengan terciptanya industrialisasi pemain, dengan industrialisasi suporter yang sudah jelas, ada industrialisasi di faktor bisnis. Sepakbola profesional, badan hukumnya PT. Dengan menjadi klub profesional di tahun 2023, dari sekarang sudah kita persiapkan konsep bisnisnya, dimulai dengan industrialisasi terkecil di tingkat SSB," kata Rohman.


Untuk SSB lama yang sudah berdiri, ujar Rohman, mereka bisa bergabung, dan akan mendapat jatah latihan seminggu dua kali. Sisanya, bisa latihan sendiri tanpa bimbingan pelatih dari manajemen ISP.  Karena namanya ISP Football Academy, maka mereka bisa menambakan nama SSB-nya di belakang ISP Football Academy.


Sebagai promonya, menurut Rohman, pada bulan Maret 2021, dari ISP Football Academy akan mengirim tim untuk bertanding di turnamen internasional, yakni Kuala Lumpur Cup. Untuk seleksi pemainnya, yang akan dilakukan  awal Februari 2021, diambil dari SSB binaan ISP Football Academy tersebut.


"Programnya, seluruh anak di Purworejo harus bersepakbola. Untuk target pendirian SSB ini, diperuntukkan bagi desa yang memiliki lapangan sepakbola, tapi belum memiliki SSB. 


Silahkan mendaftar di tempat Pak Angko. Tanggal 29 Desember 2020, kita launching pertama," pungkas Rohman. (Nang)

No comments:

Post a Comment