BUKU ANTOLOGI PUISI KOPISISA DILUNCURKAN - Koran Purworejo

Breaking

 






Sunday, August 9, 2020

BUKU ANTOLOGI PUISI KOPISISA DILUNCURKAN


KORANPURWOREJO.COM

Purworejo.

Buku antologi puisi, yang berjudul Kaloka Tanah Pusaka untuk mengangkat wisata daerah Purworejo.

Diluncurkan oleh Bupati Agus Bastian SE MM . Peluncuran Buku Antologi Puisi secara daring yang dikelola Komunitas Penikmat Seni Sastra (Kopisisa) Purworejo. Ditandai dengan pemukulan kentongan , dilakukan di Museum Tosan aji Purworejo,  komplek Pendopo Kabupaten Purworejo pada Sabtu (8/7). 

Advetorisement

 Acara tersebut, dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo Agung Wibowo AP, Ketua Kopisisa Soekoso DM SPd, dan sejumlah penulis puisi.

Dalam sambutannya Bupati Agus Bastian mengatakan, momen peluncuran buku antologi tersebut sangat tepat karena diluncurkan pada bulan Agustus yang sakral. Menurutnya eksistensi Kopisisa tidak diragukan lagi sebab sudah 41 tahun yang lalu sejak dibentuk kopisisa tetap mewarnai seni dan sastra di Purworejo. 

“Sastra merupakan bagian yang sangat penting bagi peradaban karena sastra adalah pernyataan sikap, ekpresi, pikiran, kontruksi kejiwaan sasil dari peradaban manusia,” tutur Bupati.

Lebih lanjut dikatakan, dalam konteks keIndonesiaan umumnya masyarakat yang tinggi apresiasinya terhadap sastra, cenderung lebih jauh dari sifat kekerasan. Begitu pentingnya sastra sampai raelitas politik, sosial dan budaya suatu daerah, tidak bisa lepas dari sastra. Sastra tidak pernah pudar apalagi mati sebab sastra mampu mengajak masyarakat untuk berfikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar kita.


Sementara itu Soekoso mengatakan,  buku Antologi puisi dususun oleh 30 penulis puisi. Puisi-puisi tersebut disusun khusus dengan tema pariwisata Purworejo. Bentuk karyanya merupakan himpunan dari penyair dan penulis Purworejo dengan beragam penyajian Kepariwisataan Purworejo.

Namun kata Soekoso, ada 2 penyair yang sudah wafat sebelum buku diluncurkan. Kedua orang penyair tersebut berasal dari Jakarta dan Kecamatan Bayan. 

“Kita sangat mengapresiasi tinggi kepada sahabat kita yang telah mengirimkan naskahnya tapi beliau sudah meninggalkan kita pada bulan Maret yang lalu, yabg pertama almarhum Budi Santoso dan Haryanto Sukiran. Semoga tulisan yang ditinggalkan bisa dikenang dan bermanfaat,” ujarnya. 

Dari pengamatan wartawan Koran Purworejo, setidaknya dari buku tersebut, ada 2 nama yang konsisten menulis puisi, yaitu Soekoso DM, dan Budi Setyawan ( Buset ).

Sementara penulis  penyair senior peraih Rancage Award  Atas Danu Subrata dan Sumanang Tirtasujana, Ustadji PW, serta Harjito, juga tidak ada puisinya dalam buku Antologi tersebut. Upaya dan ide kreatif Kopisisa mendokumentasi karya dalam bentuk puisi, tentu sangatlah patut dihargakan. (sts)

 

 

No comments:

Post a Comment