Warga Kemiri Kidul, Datangi Inspektorat, Tuntut Kepastian Hukum Dugaan Penyimpangan DD. - Koran Purworejo

Breaking

Total Pengunjung Situs

Tuesday, September 21, 2021

Warga Kemiri Kidul, Datangi Inspektorat, Tuntut Kepastian Hukum Dugaan Penyimpangan DD.




KORANPURWOREJO.COM

Kemiri,Purworejo, 

36 perwakilan warga Desa Kemiri Kidul Kec Kemiri, mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Purworejo untuk menanyakan sejauh mana audit yang dilakukan terhadap dugaan penyimpangan dana desa kades W di Desa setempat.


"Kami datang, kemari tidak pernah ada jawaban yang jelas mengenai kapan selesainya dugaan penyimpangan DD periode jabatan Pak W. Semua proses berjenjang sudah kami lakukan," kata Fajar Nugroho Trisuni, juru bicara warga saat audiensi di Aula Inspektorat, Senin (20 /9)


Kedatangan warga kemiri kidul, juga mendapat pengawalan dari pihak aparat kepolisian. Sumber di Kemiri Kidul, mengatakan. " Sebenarnya kami akan membawa massa lebih banyak. Tapi , cukuplah sejumlah ini dulu, ungkapnya.


Menurutnya, apa yang dilakukan adalah bagian dari kesadaran masyarakat untuk mengawasi penggunaan dana desa atau keuangan desa yang semakin  meningkat. Akan tetapi ketika dilaporkan ke pihak berwajib, kadang-kadang ada berbagai macam kendala yang menyebabkan laporan tidak segera dilanjutkan.


Sebagaimana  dialami oleh warga Desa Kemiri Kidul, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sudah setahun lebih mereka berjuang agar dugaan penyimpangan Dana Desa tahun anggaran (TA) 2016–2020 segera ditangani secara hukum.


"Kami ingin ada kepastian tentang waktu penghitungan . Jangan hanya selalu dianggap dugaan penyimpangan. Kepastian tindakan hukum juga harus jelas. Supaya ada kpastian hukum" .


Kepada media saat ditemui Fajar menjelaskan bahwa banyak dugaan penyimpangan yang terjadi, saat Kades W menjabat.

 Saat ini, kami telah bekerja kembali sebagai ASN di Kecamatan Kemiri.

"Semua data sudah kami serahkan ke Inspektorat, saya enggak hafal. Beberapa yang saya ingat ada pembelian mesin yang dianggarkan untuk 2 mesin, tapi belinya 1. 

Lalu ada rencana jalan TA 2018 tapi baru dibangun TA 2019 dengan anggaran baru. Lalu irigasi sepanjang 960 meter hanya dibangun 125 meter, masih banyak lainnya," ujar Fajar.


"Kami beserta warga ke inspektorat, ingin mengetahui kepastian hukum, timpal warga yang lain.


( mng)

No comments:

Post a Comment