PENTING DIKETAHUI PEBISNIS ,ASPEK PERUBAHAN PERILAKU KONSUMEN, SAAT PANDEMI - KORAN PURWOREJO

Breaking

Rabu, 09 Juni 2021

PENTING DIKETAHUI PEBISNIS ,ASPEK PERUBAHAN PERILAKU KONSUMEN, SAAT PANDEMI


Gambar sebagai illustrasi

KORANPURWOREJO.COM

Sampai dengan saat ini dunia sedang mengalami krisis ekonomi yang disebabkan oleh wabah Covid 19. Virus tersebut berhasil mengubah perilaku masyarakat salah satunya social distancing yang mempengaruhi perubahan perilaku konsumen dimasa sekarang ini.

Ditulis Oleh Khoirul Febriyanto

Berbicara mengenai perubahan perilaku konsumen, salah seorang pelaku bisnis harus mampu mengetahui perubahan tersebut untuk merancang sebuah strategi penjualan agar bisnisnya tetap berjalan.

Apa yang dimaksud perilaku konsumen?

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pembelian, penggunaan pada produk dan jasa untuk memenui kebutuhan serta keinginannya

Dalam artikel yang diterbitkan oleh McKinsei, konsumen saat terjadi pandemi akan cenderung mengabaikan harga dan lebih memperhatikan nilai.

Untuk hal tersebut ada dua arti :

Pertama adalah korelasi dengan teori yang menjelaskan bahwa dimana permintaan barang semakin sedikit, maka semakin tinggi harga yang diberikan. Contohnya : penjualan masker dan handsanitizer yang habis terjual hanya dalam beberapa jam.

Kedua, konsumen sebisa mungkin menahan uang mereka dan cenderung akan membeli suatu barang yang mereka anggap memiliki nilai penting. Contohnya : menahan uangnya untuk membeli produk yang bukan menjadi kebutuhan seperti membeli barang-barang untuk hobi, handphone, paket liburan.


Berdasarkan analisis diatas, penulis mencoba untuk memberikan contoh perubahan perilaku konsumen di masa pandemi. Berikut ulasannya:


Konsumen cenderung akan berfokus terhadap nilai barang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa konsumen lebih memilih produk yang memiliki nilai bagi kehidupannya. Lalu, konsumen akan menyampingkan ego mereka untuk membeli barang-barang yang tidak perlu mereka beli. Dan mereka akan membeli produk-produk kebutuhan sehari-hari seperti peralatan mandi berupa sabun dan sebagainya.


Selain itu konsumen juga membeli produk kesehatan seperti suplemen makanan, minuman bergizi dan susu juga akan menjadi produk yang dicari oleh konsumen.

Bukan Hanya Generasi Millenial Yang Menjadi Konsumen Online Untuk Saat Ini

Pada awalnya, sebagian konsumen online didominasi oleh generasi millennial, untuk industri yang pembelinya untuk generasi millennial memang sudah sejak lama mengandalkan alat e-commerce sebagai sarana transaksi yang digunakan untuk jual beli barang.

Namun tetapi, bagaimana jika perusahaan yang sasaran penjualannya itu orang yang lebih tua?

Menurut McKinsey, konsumen online pada saat pandemi juga akan bisa didominasi oleh generasi boomer.


Pada masa pandemi saat ini, perusahaan harus lebih bisa peka terhadap generasi boomer ini dan harus mampu menyasar pada semua kalangan, baik dalam segi diferensiasi produk maupun kampanye.

Konsumen  Membangun  Kesadaran Diri

Konsumen cenderung bertanya “bagaimana pandemi ini akan berakhir?” daripada “apakah produk merek tersebut bakal baik-baik saja?”.

Contoh dari perubahan perilaku konsumen selanjutnya adalah konsumen cenderung melupakan atau bahkan tidak sadar akan keberadaan suatu brand.


Sebagai pelaku bisnis, Pertama  pebisnis perlu mempersiapkan atau bahkan meningkatkan brand awareness saat masa pandemi. 

Misalnya, menyiapkan system loyalty konsumen. Yaitu metode berbelanja dimana konsumen akan mendapatkan keuntungan tertentu ketika telah membeli jumlah barang yang ditentukan dalam periode waktu tertentu.


Kedua, sebagai pelaku bisnis, maka pebisnis dapat mengandalkan social responsibility untuk dapat membangun simpati dan keterlibatan konsumen.

Ketiga, pebisnis dapat membangun kampanye pasca-pandemi. Contohnya mempersiapkan fitur-fitur baru pada produk tersebut, misalnya resep pada menu makanan baru pada restoran tersebut, dan hal lainnya yang dapat meningkatkan awareness konsumen pada brand Anda. ***


Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAYANGAN HALAMAN