BLOKIR JALAN DI WADAS, POLISI ANGGAP TELAH DITUNGGANGI PIHAK LUAR - KORAN PURWOREJO

Breaking

Senin, 26 April 2021

BLOKIR JALAN DI WADAS, POLISI ANGGAP TELAH DITUNGGANGI PIHAK LUAR

 


KORANPURWOREJO.COM

PURWOREJO.

Kondisi Jalan menuju lintasan desa Wadas Kecamatan Bener kini telah pulih. Serta kian kondusif. Dari insiden tersebut telah meninggalkan pembelajaran bagi warga. Karena faktanya ternyata ada yang setuju dengan Quary, juga ada yang menolak. Bahkan yang setuju adanya Quary merasa terancam ,lalu melapor ke Polres dihantar tokoh ulama. Sudut pandang yang berbeda inilah, bisa jadi juga  punya andil pada konflik di Wadas.

" Aksi pemblokiran jalan yang berujung ricuh di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ternyata tidak murni dari warga penolak quarry. Hal itu dikemukakan oleh Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito saat pers reales di Mapolres Purwprejo, Sabtu sore (24/4/2021).


Dalam rilis kali ini pula Direktur Intel dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jateng, Kombes Jati Wiyoto Abadi dan Kepala Kesbangpolinmas Provinsi Jateng, Haerudin. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa, isu tersebut telah menjadi isu nasional akibat framming di media sosial yang tidak berimbang. Bahkan dijelaskan, jalan tersebut adalah jalan Kabupaten, yang merupakan fasilitas umum, untuk kepentingan jalur ekonomi masyarakat umum.


Kehadiran Polisi ke lokasi sudah nenempuh berbagai cara persuasif tapi tidak ada yang bisa mewakili mereka. Polisi datang bukan untuk melawan warga. Namun tiba tiba polisi dilempari batu. 


"Kami sudah melakukan berbagai upaya. Teman-teman wartawan yang ikut berpartisipasi pasti bisa melihat mana warga Wadas dan mana yang bukan. Kita bisa lihat siapa yang aktif (menyerang), Polisi tidak melaporkan. Kami duga Kelompok Anarko ada di balik aksi kemarin. sudah mengantongi data-datanya, "jelas Marito.


Lanjutnya, akibat kejadian itu, lima orang anggota Polri terluka dan harus mendapat perawatan ekstra. Marito menjelaskan, semua upaya termasuk dialog termasuk warga atau perwakilan warga tidak diindahkan. 

"Usai aksi kemarin, kami amankan 11 warga untuk membayar dan telah kami pulangkan Sabtu hari sekira pukul 01.00 WIB. Enam orang warga luar Purworejo (Solo, Jogja) kami serahkan pada pengacaranya. Sedangkan lima warga Wadas telah diantar oleh petugas Polsek Bener," lanjutnya.


Entah apa motivasi orang-orang dari luar Desa Wadas tersebut ikut membuat ricuh aksi yang semula berjalan damai. "Mereka itu dari luar Purworejo, bahkan kami tidak ada siapa pendamping hukumnya. Setelah kami amankan karena melawan dan provokatif, baru dia mengaku dari LBH Yogyakarta. Padahal dia sudah saya ajak dialog, tapi tidak menghiraukan," kata Rizal Marito.


Kapolres menambahkan, orang yang ikut blokir jalan Wadas dan yang ikut demo tim Omnibus Law sama. 

Marito berharap agar masyarakat tak gampang ditunggangi dan diperalat oleh kelompok dari luar yang tak bertanggung jawab. Menghasut dan memprofokatif warga.

(Sts).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAYANGAN HALAMAN