FATIMAH BASTIAN. TERIMA BUKU ADAT PENGANTIN DARI KETUA BHAYANGKARI - Koran Purworejo

Breaking

 






Wednesday, January 6, 2021

FATIMAH BASTIAN. TERIMA BUKU ADAT PENGANTIN DARI KETUA BHAYANGKARI




KORANPURWOREJO.COM

PURWOREJO.

-Dalam rangka turut mengembangkan kreatifitas bagi para pelaku UMKM terkhusus bagi para desainer baju adat pengantin.

Ketua Dekranasda Kabupaten Purworejo Fatimah Verena  Prihastyari SE menerima buku pesona baju adat pengantin Indonesia dari Ketua Bayangkari Polres Purworejo Igadis Rizal Marito.


 Igadis Rizal Marito menjelaskan pendistribusian buku pesona baju adat pengantin Indonesia disalurkan ke daerah. Didistribusikan kepada masing-masing daerah sejumlah 6 buku yakni 5 buku untuk Dekranasda kabupaten dan 1 buku untuk Ketua Bayangkari kabupaten. 


“Tujuan  untuk memberikan edukasi-edukasi bagi para pelaku UKM  agar lebih kreatif dalam menjalankan usahanya dan sekaligus memberikan informasi bahwa Indonesia memiliki banyak ragam, suku dan budaya termasuk pakaian adatnya juga supaya lebih memajukan,” urainya.


Penerimaan buku pesona yang berasal dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pusat itu dilakukan di Pendopo Kabupaten Purworejo hari ini Rabu (6/1/21). 


Hadir dalam pendistribusian buku tersebut, Wakil Ketua Dekranasda Dra Erna Setyowati Said Romadhon, Ketua Harian Dekranasda Gatot Suprapto SH, Sekretaris Dra Titik Mintarsih MPd, dan sejumlah pengurus Dekranasda.


Fatimah Verena Bastian mengapresiasi buku pesona adat pengantin Indonesia yang merupakan program Dekranasda pusat yang pendistribusiannya melalui Bayangkari. Seperti kita ketahui bersama bahwa Dekranasda sebagai wadah dari para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM). Pendistribusian buku ini sangat bermanfaat dan dapat membawa dampak positif bagi UKM dan IKM Purworejo dalam mengembangkan kreatifitasnya.


“ Semoga buku ini bisa dijadikan sebagai pedoman dalam mengembangkan usaha terutama yang bergerak dalam usaha pakaian adat pengantin. Selain itu juga untuk melestarikan budaya kita supaya di Kabupaten Purworejo pakaian adat pengantin masih tetap bisa dilihat para generasi penerus,” harapnya. ( As/St).



No comments:

Post a Comment