DUA DALANG SANTRI KI HANAFI & KI MUHTAR PENTAS DI PONDOK Al IMAN BULUS , GAYENG ! - KORAN PURWOREJO

Breaking

Kamis, 17 Desember 2020

DUA DALANG SANTRI KI HANAFI & KI MUHTAR PENTAS DI PONDOK Al IMAN BULUS , GAYENG !

 

KORANPURWOREJO.COM

GEBANG - Pagelaran Kesenian Tradisional Wayang Kulit kini tetap diminati banyak kalangan anak muda. Kesenian wayang juga bisa untuk membumikan Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan awalnya dipelopiri oleh Sunan Kalijogo. Dua dalang wayang dari kalangan santri ini pun menyajikan kepiawaiannta  di Pondok Al-Iman Bulus, Gebang, Purworejo. 


Pagelaran yang di gelar di Acara khitanan cucu pertama Habib Hasan Bin Aqil Ba'abud pengasuh pondok pesantren Al Iman Bulus, rabu malam (16/12/2020). Di minati banyak santri yang mana semua bernuansa ala pesantren dari group karawit dan dalangnya juga santri. 


Ada dua episode pagelaran yang di bawakan oleh Dalang Ki Hanafi dari Butuh dan Ki Muhtar dari Kutoarjo, pagelaran yang di bawakan oleh ki Muhtar itu bertema "Pentas wayang ringkas Lakon Wahyu Makutharama". 


Dalang Ki Hanafi menunjukan drama yang membuat banyak lelucun itu memberikan humoris para penirsa, " Yang pada inti petilan/cuplikan dari lakon Bima Suci/makrifateng dewa ruci. Bima yang mencari jatidiri ingin mengetahui ilmu sankang paraning dumadi. Dia di perintah untuk mendapatkan ilmu tetsebut harus mencari kayu gung susuhing angin dan tirta perwitasari".

Dari pengamatan media , Para penonton pun tampak penuh gelak tawa. Mendapat hiburan sekaligus pencerahan pitutur dan ilmu budaya. Pentas tersebut pun menyedot antuasiasme dari para kalangan anak muda / santri.



Sementara  dari dalang Muhtar Mengisahkan tentang "Para dewa akan menurunkan wahyu mahkutarama dengan perantaraan Begawan Kesawasidi. Begawan Kesawasidi yang aslinya adalah perubahan wujud dari Sri Bathara Kresna. Kabar akan di turunkannya wahyu tersebut dengan cepat menyebar luas, hingga sampai ke negara Ngastina yang dirajai Prabu Duryudana yang juga menginginkan wahyu tersebut. Dari sisi lain kabar tersebut juga sampai dipihak para pandawa". Kata Ki Mukhtar Saat berbincang dengan team media kami. 


Kesan salah satu team Media koranpurworejo.com "Pagelaran wayang kulit ,Selain menjadi suatu hiburan yang berhubungan dengan  cerita yang dipertontonkan melalui setiap adegan.  Juga ada makna-makna pesan moral adat Jawa bagi para penontonnya". ( Rohadi/sts)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAYANGAN HALAMAN

IKLAN REDAKSI