RAJA & RATU KRATON AGUNG SEJAGAD, JALANI SIDANG SALING GENGGAM TANGAN MESRA - Koran Purworejo

Breaking

 






Saturday, September 12, 2020

RAJA & RATU KRATON AGUNG SEJAGAD, JALANI SIDANG SALING GENGGAM TANGAN MESRA


KORANPURWOREJO.COM

Purworejo -- 

Para pembaca tentu masih ingat Kraton Agung Sejagad ( KAS ) yang pernah berdiri di Desa Pogung Kec. Bayan Kab Purworejo.

Raja dan permaisuri  Kraton Agung Sejagad  Jum,at sore (12/9/30 ) menjalani sidang secara online . Dalam kasus Keraton Agung  Sejagad tersebut ,dengan agenda pembacaan vonis. Namun karena sesuatu hal akhirnya putusan vonis ditunda.

Pada sidang kasus tersebut  menghadirkan Totok Santosa (Raja KAS) dan Fanny Aminadia (Ratu KAS) sebagai terdakwa.


Dari sidang virlual tersebut, tampak Raja dan permaisuri dalam keadaan sehat dan fres layaknya pasangan yang saling menguatkan. Keduanya malahan tampil begitu mesra .

Totok wajahnya tampak lebih putih dibanding saat ditangkap dulu. Sementara Fanni Aminadia juga tampak cantik, meski tampak memiliki beban.

Pemandangan yang  sangat menarik bagi wartawan. Bahwa kedua terdakwa terlihat bergandengan, saling gengggam tangan saat mendengarkan paparan majelis hakim.  Khususnya saat mengumumkan penundaan pembacaan vonis.


Persidangan yang dilakukan secara online, JPU dan penasihat hukum terdakwa, Muhammad Sofyan dan Inung Wondo Saputra, berada di Kejari Purworejo.

Sementara Majelis Hakim yang diketuai oleh Sutarno dan beranggotakan Samsumar Hidayat serta Ansori Hironi berada di Pengadilan Negeri Purworejo.

Sedangkan terdakwa raja dan ratu berada di Rutan Kelas 2B Purworejo.


Ketua Majelis Hakim Sutarno mengatakan, pihaknya saat ini sedang sibuk. Karena itu, ia mengumumkan penundaan pembacaan vonis sidang.


Sidang dimulai sekitar pukul 17.30 WIB tidak memaksn waktu.yang lama, hanya sampai menjelang Magrib sekitar pukul 18.00 WIB.


Hakim Ketua menetapkan sidang selanjutnya adalah tanggal Senin 14 September 2020, dengan agenda membacakan keputusan Sidang.


"Kami sebagai manusia juga tidak luput dari kesalaham. Kami minta waktu 3 hari dari sekarang untuk menentukan sebaik  mungkin, agar keputusan sesuai rasa keadilan," ujar Sutarno.


Sebagai informasi, Totok dan Fanny yang sebelumnya mengaku sebagai Raja dan Ratu KAS sempat membuat kerajaan di Desa Pogung Kec. Bayan Purworejo. Sempat menggegerkan banyak pihak. Hingga akhirnya keduanya diamankan Polda Jateng.


 Keduanya didakwa melanggar pasal 14 ayat 1 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP subsider pasal 14 ayat 2 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.


Penasihat hukum terdakwa, Muhammad Sofyan dan Inung Wondo Saputra, mengatakan terdakwa 1 (Totok) ancaman hukuman 5 tahun dan terdakwa 2 (Fanny) ancaman hukuman 3,5 tahun. Menurut Sofyan, fakta persidangan yang di temukan, yaitu telah terjadi opini media yang berlebihan.  


"Terdakwa dinilai melanggar pasal 14 ayat 1 UU Nomer I tahun 1946 bunyinya adalah ‘barangsiapa menyiarkan’. Fakta yang terjadi adalah pada saat itu kedua terdakwa tidak pernah menyiarkan. Apa yang dilakukan adalah  event kebudayaan ada jumenengan dan seterusnya. Namun ada media ( wartawan) yang meng-memberi narasi yang berlebihan dan kemudian viral. Itu awalnya,” Ungkapnya membela klien.(sts).


1 comment:

  1. Halo,
    Nama saya ANITA LANSAM (lansamanita@gmail.com) dari Tambun, Indonesia Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ALLAH yang telah mengakhiri penderitaan saya melalui Avants Loans karena telah memberikan pinjaman sebesar Rp280.000.000,00. Bagi yang sedang mencari pinjaman harus sangat berhati-hati karena banyak sekali lender palsu dimana-mana, hanya sedikit yang asli. Saya mengatakan ini karena saya scammed hampir Rp40jt. Hanya PINJAMAN AVANT yang nyata dan tepercaya karena mereka mentransfer pinjaman saya ke akun saya tanpa menghabiskan banyak waktu. Mereka yang mencari pinjaman online asli dan sah harus menghubungi AVANTS LOAN melalui
    Email: (avantloanson@gmail.com)
    Whatsapp: (+6281334785906)

    ReplyDelete