PETILASAN SUNAN KALIJOGO KEDUNGLO BAKAL JADI OBJEK WISATA RELLIGI - Koran Purworejo

Breaking

 






Saturday, September 12, 2020

PETILASAN SUNAN KALIJOGO KEDUNGLO BAKAL JADI OBJEK WISATA RELLIGI


KORANPURWOREJO.COM

Kemiri -Purworejo

Merti Petilasan Sunan Kalijogo Dan Sunan Geseng, akan terus mengingatkan pada perjuangan Sunan Kalijogo dalam menyebarkan ajaran agama Islam di wilayah Kabupaten Purworejo dan khususnya di Desa Kedonglo Kecamatan Kemiri. Demikian juga Sunan Geseng sebagai murid Sunan Kalijogo yang taat beribadah
 Tentunya ini bisa dijadikan peluang untuk obyek wisata religi"


Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH pada kegiatan merti petilasan Sunan Kalijogo Dan Sunan Geseng di makam desa Kedunglo Kecamatan Kemiri pada Jum’at sore (11/9). 


Turut mendampingi Kepala Dinpermasdes Agus Ari Setyadi SSos, Kepala Dinas PPKP Wasit Diono SSso, Camat Kemiri  Nur Huda SSTP MIP beserta Forkopimcam , Sekcam Jumanto SSos MAP, dan Kades Kedunglo Misrony.


Lebih lanjut Yuli Hastuti mengatakan, catatan sejarah ini, agar terus dijaga dan dilestarikan. “Bahkan saya teringat Almarhum Pak Kelik yang sangat peduli dengan kegiatan-kegiatan seperti ini nyadran di desa-desa. Saya berharap kegiatan ini bisa dijadikan sebagai wisata religi dengan dikemas menarik, yang endingnya untuk kesejahteraan masyarakat Desa Kedunglo,” harapnya. 


Apalagi Pemerintah Kabupaten Purworejo kata Yuli Hastuti, telah memprogramkan wisata desa. Tentunya Desa Kedunglo juga telah memiliki potensi wisata adanya petilasan ini, didukung dengan alam desa Kedunglo yang masih sangat asri dan indah. 


 Kades Kedunglo mengatakan, kegiatan Merti Petilasan Sunan Kalijogo Dan Sunan Geseng atau nyadran desa ini kita laksanakan setiap tahun sekali. Ini sebagai tradisi dan ungkapan rasa syukur kepada Alloh SWT. Tradisinya potong ayam dan kambing di area Petilasan Sunan kalijaga dan sunan Geseng yang semuanya ditangani oleh laki laki karena ini naluri adat. Disamping itu juga nyekar ke makom bersama-sama  dilanjutkan do'a dan tahlil. 


“Untuk acara puncaknya yakni kenduri yang dibagikan merata kesemua warga masyarakat. Kendurinya berupa ayam ingkung, nasi dan kelengkapannya yang kesemuanya ditangani warga khusus pria,” ungkap Misroni.(sts)

No comments:

Post a Comment