MENGENAL MUSIUM TOSAN AJI, DARI KERIS, PRASASTI BATU, HINGGA JENGGLOT - Koran Purworejo

Breaking

Tuesday, September 15, 2020

MENGENAL MUSIUM TOSAN AJI, DARI KERIS, PRASASTI BATU, HINGGA JENGGLOT


KORANPURWOREJO.COM

Purworejo.

Kadinparbud Purwprejo, Agung Wibowo. MM Selasa siang (15/9/2020) di Kantor Musium Tosan Aji, menggandeng sedikitnya 32 orang jurnalis dan sastrawan , menjadi sahabat musium. Intinya supaya membantu publikasi. Supaya masyarakat lebih mengenali apa dan fungsi musium tosan aji.


Didampingi Agung pranoto. selaku Kabid kebudayaan, Agung mengakui , bahwa musium Tosan Aji diera gencarnya infomasi publik  seperti kurang gaungnya. Padahal Musium Tosan Aji, bagian dari hal yang bisa dibanggakan untuk Purworejo. Namun meski terlihat kyrang gaung. Tren pengunjung tetap selalu naik. Bahkan tahun ini naik 230 %, jelas Agung.



Dijelaskan, Musium Tosan Aji kini memiliki koleksi 1138 tosan aji , dan teregister. Dari koleksi tidak ada yang beli. Semua  hibah dari masyarakat. Selain itu juga ada prasasti,  patung2 dll. Bahkan berbagai perangkat batu batu kuno yang dijamannya untuk kegiatan ritual.


" Jenglot pun ada, namun  tidak dimasukkan dalam tosan aji, ditempatkan terpisah"  Imbuhnya.

Agung telah memprogram , tahun depan tosan aji, yang merupakan gefung eks KPU akan dijadikan Art center.

Rencana Pintu masuk akan terpisah dari sisi barat. Pintunya bakal terpusah dari Pendapa Kabupaten.


Para sahabat Musium, dari kalangan jurnalis pun, diajak belajar praktek , untuk menenal lebih dalam cara memelihara tosan aji. Perihal merumat, dan marangi / njamasi tosan Aji. Tujuan dibentuk sahabat musium tidak lain untuk membantu publikasi.


Pihak musium sendiri  terbuka Siap membantu yang akan marangi / njamasi tosan ajinya.

Memasuki bulan Sura ini sedikitnya sudah sekitar 50 tosan milik masyarakat, yang dijamasi di musium. Biasanya sampai 100 tosan aji. 

" Masyarakat yang njamasi di Musium Tosan Aji,  intinya diajak untuk nguri uri. Serta  akan dijelaskan pula kapan keris  tersebut dibuat, jenis apa secara ilmiah. Tapi tidak melayani untuk masalah Qodam, pungkas Agung. (Sts)



No comments:

Post a Comment