MENJELANG PILIHAN BUPATI, PUSAKA KERAMAT DI MAKAN TJOKRONEGORO HILANG. - Koran Purworejo

Breaking

Friday, July 17, 2020

MENJELANG PILIHAN BUPATI, PUSAKA KERAMAT DI MAKAN TJOKRONEGORO HILANG.


KORANPURWOREJO.COM
GEBANG.
Menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati Purworejo yang akan digelar 9 Des 2020, pusaka keramat di Makam Tjokronegoro Bulus , Kecamatan Gebang, hilang. 

Menurut sumber di lokasi,  sudah enam bulan pusaka tersebut hilang serta tidak terendus, luput dari pemberitaan media.  

Kemungkinan kejadian hilangnya pusaka tombak itu di atas pukul 20:00 atau dini hari 16 Januari 2020. Atas anjuran Kepala Desa Bulus Kecamatan Gebang Purworejo, peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Gebang.

Kapolsek Gebang Purworejo AKP Suprihadi SH MH didampingi Kanit Reskrim Polsek Gebang Estu Pratomo menyatakan benar pihaknya pada Januari 2020 menerima laporan kehilangan benda pusaka tombak dari juru kunci makam Tjokronegoro.

“Saya langsung menuju lokasi makam Tjokronegoro. Saya juga menghubungi ahli benda pusaka dari Museum Tosan Aji Purworejo," terang Kapolsek Gebang kepada media.

Atas hilangnya pusaka keramat itu, Polsek Gebang didampingi ahli benda cagar budaya Museum Tosan Aji melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jejak kaki
Dari olah TKP atau gelar perkara yang dilakukan Kapolsek Gebang beserta anggota diperoleh kesimpulan pencuri sudah mempelajari lingkungan sekitar makam. Terbukti tidak ada jejak kaki pada tembok samping kanan dan kiri.
“Kami tidak melihat ada jejak kaki di pagar. Sebatas mata melihat tidak ada tanda telapak kaki pada pagar (dinding) samping," jelas Kapolsek Gebang.

Ditambahkan, 
Pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi di antaranya juru kunci makam dan orang tua dari juru kunci yaitu Solikun dan beberapa orang.
“Saya juga sudah bertemu Pak Budi pemilik Hotel Suranegaran yang merupakan salah seorang keturunan Tjokronegoro. Pak Budi saya lapori hilangnya benda pusaka tombak tidak menanggapi serius,” ucapnya.

Suprihadi kemudian mengutip pernyataan Budi, benda pusaka tombak tersebut akan kembali dengan sendirinya. Sebelumnya, keris yang merupakan benda pusaka keramat juga pernah hilang dan kembali dengan sendirinya.
“Kalau hilangnya benda pusaka kemudian akan kembali dengan sendirinya, adalah di luar logika kami sebagai polisi," tandas Kapolsek Gebang.
Baginya, petunjuk dari keluarga bisa dikembangkan. “Lokasi makam Tjokronegoro sudah dilengkapi CCTV. Kami cek namun ternyata tidak berfungsi. Jaringannya tidak ada koneksi, kameranya tidak ada gambarnya," jelasnya.
Kejadian hilangnya tombak pusaka juga dilaporkan ke Reskrim Polres Purworejo. Penanganan pencurian benda cagar budaya perlakuannya khusus.
“Perlakuannya secara khusus untuk benda cagar budaya karena tidak semua orang paham dan suka," ujar pria yang beralamat di Kecamatan Bener Purworejo ini.
Pada kesempatan tersebut Kapolsek Gebang mengimbau kerja sama dengan semua kalangan, terlebih dengan media agar misteri hilangnya benda pusaka segera terungkap.
“Mudah-mudahan siapa pun kalau ada orang yang mengetahui keberadaan benda pusaka tersebut, tolong bantu kami mengungkap kasus itu. Kalau  pembicaraan kami terdengar oleh pelaku tolong agar sadar diri," imbau Suprihadi. (st)

No comments:

Post a Comment