BUPATI TINJAU PITURUH, ADA YANG TERABAIKAN DARI PERHATIAN - Koran Purworejo

Breaking

Thursday, June 18, 2020

BUPATI TINJAU PITURUH, ADA YANG TERABAIKAN DARI PERHATIAN



KORANPURWOREJO.COM
PITURUH.
Bendungan yang tempo lalu ambrol akibat penambangan pasir di Ngawir , Desa Kalikotes Kec Pituruh menjadi salah satu bagian yang ditinjau Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM , Kamis (18/6/2020).

Setelah ambrol , beberapa waktu lalu,  Bendungan Ngawir dibuat lagi secara swadaya oleh masyarakat, dari salah satu sumber di lokasi , hingga memakan biaya  Rp 50 juta, dengan cara gotong royong.
Bahan materialnya hanya menggunakan bambu dan tumpukan karung yang dimasukan tanah batu krokos.
Dari data yang ada, bendungan Ngawir tersebut  dapat mengairi 1500 hektar lahan persawahan di 22 desa dalam dua kecamatan yaitu kecamatan Pituruh dan Kemiri.


Namun bendung darurat tersebut , dalam pantauan KoranPurworejo, selalu saja mendapat kerusakan, akibat debet dan derasnya air Sungai yang di bendung.

Sayangnya, karena jalur Sungai Gebang dan  Wawar merupakan kewenangan BBWS , maka Pemkab hanya sebatas akan memfasilitasi dan mengusulkan pembuatan bendungan ngawir kepada BBWS. 

Diperoleh keterangan Pemkab menyanggupi membantu warga secara swadaya dengan menyiapkan alat berat dan menyediakan karung untuk membuat bendungan sementara tersebut.

Bupati Agus Bastian pada kesempatan itu mengajak kepala desa dan seluruh warga Kecamatan Pituruh untuk bersama-sama bersatu padu memajukan pertanian. 

"Kita akan terus berupaya ke BBWS agar air dari saluran wadas lintang tidak terlalu lama. Jangan tiga bulan tetapi paling tidak sebulan sekali, karena kita tergantung dari saluran wadaslintang," Ungkap Bupati.

Yang Terabaikan

Pintu pembuangan teteg di desa Pepe, rusak  tidak bisa dibuka

Ada yang  sangat disayangkan Oleh Komunitas Kali Jogo. Dalam kunjungannya Bupati ke Wilayah Pituruh. Sungai Kedung Gupit Wetan, yang pintu pengaturan airnya di Desa Pepe rusak, luput dari perhatian Bupati. Bahkan selalu terabaikan oleh kebijakan Pejabat Daerah.

 Pintu pembuangan pernah sampai separah itu.

" Itu pintu teteg  pembuangan dari Sungai Kedung Gupit Wetan di Desa Pepe rusak. Tidak bisa dibuka,  perlu diganti. Masa pemerintah ngatasi pintu air saja gak bjisa. Sudah bertahun tahun pintu itu selalu timbulkan masalah , tapi selalu luput dari perhatian , Tegas  Drs. Sumanang Tirtasujana.
"Saya yakin jika Bupati tahu, itu pasti akan terselesaikan. Karena saya melihat Bupati Agus Bastian ini, cukup progres, imbuhnya.


Wajah sungai area Tunjung penuh enceng gondok

Akibat rusaknya Pintu teteg Pepe, sebagai pengaturan pembuangan air Sungai kedung Gupit Wetan, menjadikan wajah Sungai jadi penuh enceng gondok. Padahal sungai tersebut berada di jalur jalan utama. Yang semua pejabat di kecamatan setiap hari melintasinya.

Akibat lainnya , berdampak air jadi tertahan menyebabkan 40 HA sawah Prigelan, Ngampel, Sikambang dan Sebagian milik desa Pituruh, tidak bisa tanam padi. Karena jadi rawa.

Anehnya pihak pemerintahan  Kecamatan Pituruh, seperti sengaja tutup mata terhadap persoalan tersebut.( st)

No comments:

Post a Comment