• Breaking News

    TIGA SISWA SMP PELAKU PEMBULIAN KEKERASAN, KASUSNYA DILIMPAHKAN KE PENGADILAN



     PURWOREJO
    (KORANPURWOREJO).
    Perkembangan kasus pembulian terhadap salah seorang korban CA (15) siswi  SMP swasta di Kecamatan Butuh. Yang Sempat Viral.  Polisi terus bekerja ekstra. Kasus Perundungan Siswi yang dilakukan tiga tersangka kini menemukan babak baru. Kasusnya telah dilimpahkan Ke Pengadilan .


    Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito, SH , di Rumah Makan Bogowonto mengatakan. " Kasus ini menimbulkan pro dan kontra.  Publik
    banyak yang berpihak pada korban. Tapi ada juga yang membela pelaku.  Bahkan Polisi juga kena getahnya,  menjadi korban sorotan, komentar dll ,  ungkap AKBP Rizal.

    Padahal kami Polisi kerja profesional, dan diatur Undang Undang. Karena tersangka masih anak anak , ada UU lain yang mengaturnya perihal hak hak penanganan. Namun yang penting Polisi tetap progres.
    Sampai berkas telah dinyatakan lengkap oleh JPU Kejari Purworejo" urainya.

    Informasi yang dihimpun KoranPurworejo.Com, Hari Selasa (10/3/2020) telah dilakukan tahap kedua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti oleh penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum ( JPU).

    Menurut Dewa Antara, kliennya telah memaafkan perbuatan ketiga tersangka yang diperkirakan selama empat bulan melakukan penganiayaan. Namun, mereka ingin proses hukum tetap berjalan.

    "Kita harus bersikap netral dan seimbang. Bapas mengatakan bahwa tersangka sudah berubah, iya sekarang saat sudah menjadi kasus hukum. Tetapi kita  harus melihat sebelum peristiwa seperti apa, penganiayaan ini sudah lama empat bulan lebih. Dan masyarakat, netizen ikut memperhatikan kasus ini. Kalau hanya berhenti sampai di sini, tidak akan ada pembelajaran yang didapat oleh masyarakat," katanya.

    Sebelumnya telah ditempuh  dengan upaya diversi oleh JPU Masruri Abdul Aziz dan Purwaningsih di aula Kejari Purworejo.

    Hadir dalam upaya diversi ketiga tersangka didampingi orang tua masing-masing, Bapas, pekerja sosial dari Dinas sosial Purworejo Imel, orang tua korban CA dan pengacaranya, Dewa Antara serta dari P2TP2A, Sri Wahyuni.

    Seperti diversi di tingkat penyidikan, deversi kedua pun tidak diperoleh kesepakatan antara keluarga korban dan para tersangka. Sehingga proses hukum terus berlanjut ke tingkat penuntutan di PN Purworejo.

    Kasi Pidum Masruri Abdul Aziz, yang juga JPU kasus perundungan ini menyatakan akan segera melimpahkan kasus ini ke peggadilan.
    0"Karena hari ini upaya diversi gagal, minggu depan kasusnya akan kami limpahkan ke pengadilan. Berkas perkara ketiga tersangka jadi satu, tidak boleh displit," urainya.
    (Sts)

    No comments