• Breaking News

    TANAH BERGERAK DI KEMIRI GEBANG MENGANCAM RUMAH ROBOH




    GEBANG PURWOREJO
    (KORANPURWOREJO).
    Tanah bergerak di Desa Kemiri Kecamatan Gebang, Kab Purworejo menjadi keprihatinan tersendiri bagi warga desa tersebut.
    Beberapa rumah jadi retak bahkan ada yang raboh bagian bangunannya.

    Jum,at ( 6/3/2020) Dikunjungi Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH . Yuli Hastuti melihat langsung kondisi korban dan keadaan rumah terdampak .

    Wabup juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa beras, mie instan dan kebutuhan dasar sandang (Kits Keluarga/family kits) kepada korban terdampak.
    Turut dalam tinjauan, Kadin PUPR Suranto SSos MPA, Kalak BPBD Drs Sutrisno MSi, Kabag Humas dan Protokol Setda Rita Purnama SSTP MM, Camat Gebang Makin Mubasir SH MH dan ketiga Kepala Desa terdampak.

    Terdapat lima rumah yang rusak dan terancam ambruk, akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi sekitar 12 jam dari Rabu (4/3) sore hingga Kamis (5/3) pagi. Kejadian ini telah memaksa 18 orang mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat.
    Satu rumah milik warga yang rusak masuk dalam wilayah Desa Guntur Kecamatan Bener, karena wilayah yang terdampak merupakan perbatasan kedua wilayah. Ketiga desa yakni Desa Kemiri, Redin dan Guntur telah menyiapkan posko bersama guna mengantisipasi kejadian ini.

    Wabup Yuli Hastuti yang melihat langsung kondisi rumah merasa tidak tega saat bertemu dengan melihat pemilik rumah. Dirinya mengatakan, Pemkab akan segera mengambil langkah-langkah penanganan bencana ini.
    “Kita akan segera melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait guna membahas penanganannya. Dinas PUPR saya titip untuk melaporkan ke provinsi dan pusat. Mudah-mudahan tidak dalam waktu yang lama ada tindak lanjutnya,” kata Wabup.

    Kepala Pelaksana BPBD Drs Sutrisno MSi menjelaskan, dalam satu kawasan terdapat lima rumah dan satu masjid yang terdampak tanah bergerak. Dirinya mengapresiasi kepada desa ketiga desa yang telah sigap membantu mengevakuasi warganya yang terdampak.
    “Saya mengusulkan untuk pak lurah ketiga desa terdampak untuk membuatkan rumah hunian sementara yang bisa dibangun di atas tanah milik desa. Hunian sementara ini dapat digunakan warga terdampak, sembari menunggu langkah-langkah penanganan selanjutnya,” terang Sutrisno.( sts)

    No comments