• Breaking News

    Di Area Salter Kuliner Kutoarjo, Muncul Spanduk Antagonis Warga Wirotaman


    KUTOARJO
    (KORANPURWOREJO )
    SEJAK dibangunnya tempat baru bagi pedagang kuliner Kaki Lima dari area Alun alun Kutoarjo , ke Tempat baru Salter Kuliner di kampung Wirotaman.  Semula Warga Kampung Wirotaman, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, anteng anteng saja.
    Advert,s
    Namun baru baru ini, ada sinyal antagonis, dengan munculnya tiga spanduk. Yang bernada merasa kecewa adanya penempatan Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Kotoarjo di tempat baru di Wirotaman.
    Advert's
    Informasi yang dihimpun KoranPurworejo, karena  selama prosesnya hingga menjelang ditempatinya Selter Wirotaman Kutoarjo, tak ada satu pun warga Kampung Wirotaman, yang menempati satu kios pun di lokasi tersebut.
    Advert's
    Bahkan Ketua RT 01 RW V Wirotaman , Agung kepada Media mengaku tidak pernah dilibatkan dalam prosesnya.  " Tidak ada satu pun dari warga kami yang menenpati salah satu kios di selter itu. Padahal bangunan selter itu berada di tanah yang masuk di wilayah Wirotaman,”

    Ia mengaku bahwa yang memasang spanduk terbentang di jalan di lokasi sekitar selter adalah warganya.
    “Kami warga yang memasang spanduk-spanduk itu. Kami pasang hari Minggu (01/03/2020) siang saat kerja bhakti,” tegas Agung

    Warga Wirotaman sekarang ini hanya jadi penonton adanya pusat kulner di selter yang berada di wilayah lingkungan mereka.
    Alhasil, usai diresmikannya Selter Kutoarjo, warga Wirotaman bereaksi. Mereka memasang tiga buah spanduk di sekitar selter. Tiga spanduk tersebut berbunyi sindiran dan rasa kecewa warga Wirotaman atas kenyataan yang mereka terima.

    Sementara Bendahara PKL Alun-alun Kutoarjo, Hari, menjelaskan bahwa 60 pedagang bersiap untuk menempati selter tersebut pada tanggal 5 Maret 2020.
    Selain harus meninggalkan lokasi Alun-alun, mereka juga berhak menerima bantuan masing-masing satu unit gerobak.
    Dari pantauan KoranPurworejo.com, gerobak-gerobak itu adalah bantuan dari Kementerian Perdagangan RI.
    “Banyak dari PKL Alun-alun yang awalnya enggan pindah berjualan . Karena kami takut ditempat baru, pelanggan kami bingung mencarinya" urainya.

    Dari munculnya tiga spanduk bernada antagonik tersebut setidaknya menyimpulkan kerja teknis pelaksana kini mendapat pelajaran baru. Bahwa ternyata kerja masih menyisakan persoalan. (Sts)


    No comments