Breaking News

Keraton Baru Di Purworejo Dianggap Ilegal, Bikin Warga Resah.


PURWOREJO
(KORANPURWOREJO)
Munculnya
Keraton Agung Sejagat yang berada di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten

Mulai mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Bahkan diperoleh keterangan. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga bereaksi. Agar pemerintah Purworejo mengusutnya.

Dandim 0708/Purworejo, Letkol Inf Muchlis Gasim menegaskan bahwa kegiatan Keraton Agung Sejagat tersebut illegal, karena tidak mengantongi ijin dari aparat yang berwenang.

Totok Santosa yang menobatkan dirinya sebagai 
Dijelaskan oleh Muchlis Gasim, hasil koordinasinya dengan instansi terkait, bahwa dari kepolisian tidak memberikan ijin atas kegiatan Keraton Agung Sejagat beberapa waktu lalu. Juga dari Kesbangpol, bahwa Keraton Agung Sejagat belum terdaftar sebagai suatu ormas, LSM, atau sebuah organisasi.

Menindaklanjuti keluhan warga yang merasa resah dengan kegiatan/aktivitas, Dandim meminta agar Kepala Desa membuat laporan ke Camat, yang diteruskan ke atas, agar kegiatan-kegiatan yang dianggap meresahkan bisa dieliminasi.

“Sebagai aparat, kita akan mengambil tindakan berdasarkan koridor hukum yang diperbolehkan.

"Kita juga akan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Dan hingga saat ini, belum ada tindakan dari Keraton Agung Sejagat yang mengarah ke makar,” pungkas Dandim.

Warga di sekitar pusat Keraton Agung Sejagat, merasa terganggu dengan segala aktivitas dari sekelompok orang yang tergabung dalam Keraton Agung Sejagat ini. Mereka merasa resah dengan kondisi ini.

Sebagsimana juga  disampaikan Kepala Desa Pogung Jurutengah, Slamet Purwadi, Senin (13/1), kepada sejumlah wartawan di kantor Kecamatan Bayan.

Apa yang dikatakan Kades Slamet, adala menindaklanjuti keluhan warga . Slamet melaporkan hal tersebut ke Camat Bayan.

“Warga menganggap, ritual sesembahan menyimpang dari ajaran Islam, karena banyak sesaji dan sesembahan,” kata  Kades Slamet.

" Warga merasa terganggu dengan bau dupa yang menyengat saat dibakar dalam ritual. Juga, saat pengikut Keraton Agung Sejagat melakukan ritual dengan menyanyi, yang dilakukan usai Magrib hingga tengah malam, Urai Kades Slamet.

Diakui oleh Slamet, saat akan menggelar kirab budaya dan ritual wilujengan beberapa waktu lalu, dari pihak Keraton Agung Sejagat memang memberitahu pihak desa dan meminta surat pengantar ijin keramaian kepada Polisi. Namun ternyata, ijin tak diberikan pihak kepolisian.

“Warga merasa keberatan. Silahkan dilanjutkan, tapi jangan di Desa Pogung Jurutengah,” tandas Slamet.

Menanggapi hal ini, Camat Bayan, Moehardjono mengatakan, bahwa pihaknya dalam waktu 3-4 hari kedepan akan melakukan pemanggilan pada pihak Keraton Agung Sejagat ( Jon Nang)

2 komentar:

  1. Kalau meresahkan ya bubarkan saja tho

    BalasHapus
  2. Saya ibu EVA FIORENTINA APRILA  dari palembang mengucap syukur kepada allah,karna melalui bantuan dari aki abdul jamal yg sebesar 20m kini saya sudah bisa menjalankan usaha saya lagi.Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Aki Abdul Jamal dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Aki Abdul Jamal bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di No Wa 085-254-384-488- rasa
    senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Aki untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu EVA FIORENTINA APRILA dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Aki disini PESUGIHAN UANG GAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus