Breaking News

Wulan Febriyani Penari Kudakepang Kecil, Terkenal, Laris Terima Job.

Wulan ditengah Kudakepang kecil. Tampak  sederhana tapi merebut hati publik kalangan anak muda dan ibu ibu

PITURUH ( KORANPURWOREJO) - Bicara seni Ndolalak di wilayah Purworejo. Adalah seni yang benar benar merakyat bagi warganya. Demikian halnya seni Kudakepang , keduanya sangat melekat dengan  kehidupan masyarat menjadi bagian hidup yang tak bisa terpisahkan hingga ke anak anak..

Sebagaimana bagi kehidupan Wulan Febriyani ( 12 th ) , anak Kelas 6, SD Negeri Ngandagan Kecamatan Pituruh Purworejo.

Wulan , anak pasangan Suparman ( 56) dan Sari Yani ( 45 th), warga Desa Ngandagan Kecamatan Pituruh,  yang kini masih duduk sebagai siswa SD, sudah bisa dikata laris menerima Job, jadi bagian penari nDolalak dan Kudakepang.

Diceritakan Sari Yani, awal mula anaknya bisa nari Ndolalak diajari di sekolahannya. Terus pentas di event Kecamatan dan Even pramuka. Sejak itu anaknya jadi kecanduan nari, Urai Yani.


"Selain senang Ndolalak Wulan direkrut / bergabung  dengan  Kelompok kesenian Kudakepang Desa Kalimati. Pimpinan Giono.
Disitulah nama Wulan kian dikenal. Dan sering dapat Job tanggapan, seperti di Desa Klepu Kecamatan Butuh, Kalimati, Kalugondang dll.

Yani mengaku, semua yang dilakukan Wulan, atas kehendaknya sendiri. " Mau saya larang, lha wong anaknya senang. Yang penting tidak mengganggu jam sekolah.
Dan biasanya, tanggapan Kudakepang, seringnya hari Minggu, imbuh Yani.

Kepada KoranPurworejo,
Giono pimpinan Kuda Kepang Turangga Kencana, mengatakan, Wulan meskipun masih kecil, sudah tampak bakatnya. Gestur Jogetnya unik  dan menarik. Lagi lagi dia bisa Ndadi (mendem ).
Pada saat ndadi itulah Gestur joget Wulan jadi menarik. Wulan benwr benar bisa merebut hati para penonton.


Lucunya, kepada KoranPurworejo Wulan mengaku, Padahal pada saat nDadi, ia mengaku hanya berpura pura ( ethok ethok ndadi saja ).
 " Saya kalo pura pura ndadi minumnya aur degan yang dikasih kembang", Kata Wulan Sambil ketawa.

Saat ditanya berapa honor yang diterima. Wulan  tersipu. Sambil menjawab, " Pokoknya lumayan.

Ayah Wulan, Suparman mengaku selalu memantau dan mengantar saat anaknya menerima Job. Ia mengijinkan anaknya menerima Job Kudakepang atau nDolalak, hanya untuk siang hari. Dan khusus hari Minggu. "Supaya tidak ngganggu sekolah Wulan, pungkas Parman. ( Nang)

Tidak ada komentar