Breaking News

SMA Negeri 10 Purworejo Lahirkan Banyak Talenta Musik

Bangun Trisujanto ditengah pertunjukan Orkestra SMAN 10  in action.

CATATAN BUDAYA: SUMANANG TIRTASUJANA

Anda bisa membayangkan . Betapa sulitnya,  apa yang dikerjakan guru musik  Bangun Tri Sujanto, Spd dengan  murid murid SMAN 10 Purworejo di Pituruh ini .
Dia menyelenggarakan Pagelaran Orkestra "Joglo Symphony" dalam acara SMANDASA' GOT TALENT SEASON #3 selama 7 Jam dari jam 15.00 hingga pukul 22.00 Wib ( Sabtu 21/12/2019 ) .

Dimata saya perhelatan tersebut adalah ide 'gila' dan gagasan luar biasa melelahkan energi. Peristiwa budaya tersebut merupakan acara ujian praktik Seni Budaya 91 siswa SMA N 10 Purworejo yang dikemas menjadi sebuah perform hingga menjadi 19 paket pertunjukan.

Dalam catatan saya peristiwa tersebut bisa saya pastikan,  yang pertamakali ada di Purworejo. SMA 10 adalah sekolah umum, bukan sekolah musik. Tapi ditangan dingin seorang Bangun Tri Sujanto, dari para siswa yang tidak kenal alat musik, diajari hingga bisa, dan membentuk perform konser oskestra. Ini yang saya sebut gila.


Faktanya menggelar orkestra, lebih sulit dari membuat Grub Band. Alat musik yang dimainkan dalam orkestra simfoni  berupa alat musik gesek atau string,  antara lain woodwind dan brass, juga alat pukul atau perkusi. 

Dalam alat musik gesek atau string, masih dibagi menjadi empat alat musik, yaitu biola atau violin, biola alto atau viola, cello, dan double bass atau kontra bass.

Di bagian alat musik tiup, khususnya di bagian woodwind, dibagi lagi menjadi empat alat musik utama yaitu flute, oboe, clarinet, dan bassoon. Di bagian brass yang sering digunakan adalah horn. Dalam alat musik perkusi, biasanya yang digunakan adalah timpani.

Perbedaan dari alat musik tiup woodwind dengan brass adalah suara yang dihasilkan, juga bahan pembentuk instrumen tersebut.  Brass terbuat dari kuningan, dan suara yang dihasilkannya lebih berat dan keras daripada alat musik tiup woodwind.
Instrumen-instrumen tersebut merupakan instrumen yang selalu digunakan dalam orkestra simfoni.


Kepada penulis, Bangun Tri Sujanto,  yang lulusan Musik UNY, mengatakan  " Ujian pratik ini sengajan dikemas dengan acara dalam betuk orchestra, ansambel, quaret, duet Solo dan paduan suara.

Tujuan saya untuk memberikan wadah bermusik untuk siswa khususnya SMAN 10 dan membekali ilmu menegenmen pertunjukan.
Harapan kedepan  siswa dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dengan ketalentaan yang pernah dipelajari di sekolahan baik menjadi player ataupun EO. Lulusan SMAN 10 juga banyak yang tembus di Perguruan tinggi, juga banyak yang memilih jurusan seni,  Urainya.

Acara unik tersebut dihadiri Kepala SMA Negeri 10 Purworejo, Dra. Setyo Mulyaningsih, M.Pd. BI, beserta dewan guru, anggota DPRD Kabupaten Purworejo Luhur Tri Endro Sadewo, SP, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP, 200 an alumni SMAN 10, juga seluruh siswa SMA 10. Nyaris  pada perhelatan tersebut disaksikan tidak kurang dari 1000 an penikmat musik orkestra.

Pihak EO tidak kalah akal, juga mengundang bintang tamu Nocturnal Guitar Quartet dan Aruna mahira
Spesial perform (API-K Censaelo), yang pernah melanglang hingga Itali.

Kepada penulis, Kepala SMA Negeri 10 Purworejo, Dra. Setyo Mulyaningsih, M.Pd. BI mengatakan bahwa Smandasa Got Talent Season #3 ini merupakan serangkaian ujian praktik mata pelajaran Seni Buaya, dengan menggelar pentas seni yang seluruh pesertanya siswa kelas XII.

Dikemas menjadi orkestra, bertujuan untuk melatih anak-anak kami, supaya memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan memberikan pengalaman yang berharga semasa mereka masih di SMA untuk bermusik.

"Ini merupakan sebuah agenda tahunan yang kita laksanakan setiap tahun sekali di akhir semester 1, yang pesertnya seluruhnya kelas 12 untuk kelas 10 dan 11 membantu pelaksanaan acara, " ucapnya.

"Saya berharap penyelenggara kegiatan ini bisa menjadikan entrepreneur, yang kemudian mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi kemudian mereka piawai dibidang seni musik,
 Event ini sudah berlangsung selama 3 season, ini ketiga kalinya dan pertama kalinya bertakjub orkestra di Purworejo., Imbuhnya

Joglo Symphony ini, suatu kumpulan pemain yang didalamnya, banyak pemain artinya banyak kelompok yang dari sisi, pertama ada instrumen musik tiup, pukul, gesek dan petik. Kemudian dilanjutkan dengan vokal paduan suara.

"Pengalaman yang didapatkan siswa dari Smandasa Got Talent ini, pertama  membuat suatu penyelenggaraan acara. Dan dedikasi yang sangat tinggi apresiasi, dengan artian siswa bisa bermain musik bisa menyalurkan bakat, " kata Bangun.

"Kedepannya siswa bisa untuk melanjutkan talent tersebut di bidang seni tentunya, bisa melanjutkan ke Universitas sesuai jurusannya, baik itu di pendidikan ataupun profesionalitas seperti di Institut Seni Indonesia Yogyakarta menjadi Player, Universitas Negeri Yogyakarta mencetak sebagai guru seni, " imbuh Bangun.

"Orkestra ini, baru pertama kalinya digelar disekolah kabupaten Purworejo, yaitu SMA N 10 Purworejo, Sepemahaman saya baru kali ini, dari event sebelumnya pernah ada, cuma masih campuran, Saya berharap orkestra di SMA N 10 Purworejo bisa lebih berkompeten, dengan lebih banyak dalam pemilihan instrumen dan berkualitas. " Imbuh Bangun.

 Camat Pituruh, Yudhie Agung Prihatno, SSTP, mengatakan, " Acara ini  menunjukkan kreativitas, terutama dibidang musik.  Karena ini bisa menjadi  sarana promosi, bahwa sekarang SMA N 10 Purworejo ini tidak kalah dengan SMA lainnya yang berada di pusat kota  sekalipun ".

Dalam catatan kesaksian saya, Bangun Trisujanto adalah pejuang seni. Ia layaknya seorang peternak  seni musik bagi kalangan anak muda. Di rumahnya dijadikan tempat kursus "OPUS Musik" bahkan Robbi Handoyo si juara gitar akustik di Itali itu, awalnya juga jadi muridnya.
Saya mencatat apa yang dikerjakan Bangun, tidak sia sia. Ia telah membuktikan, kini sudah tidak ada dikotomi antara kota dan desa. Siapapun punya ruang sama untuk menjadi besar ***

Sumanang Tirtasujana
Seorang penyair dan Esays budaya





1 komentar: