Breaking News

Suami Pukuli Istri Pakai Usuk Hingga Ambruk, Diancam 10 Tahun Penjara.


Har sipenghajar Istri, saat pers rilis di Mapolres Purworejo. Foto:nang.

PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM )–
Sungguh sangat keterlaluan ulah Har (52 th),
Warga Desa Binangun RT 001 RW 002, Kecamatan  Butuh, Purworejo.  Tega menganiaya istrinya sendiri, Tukijah (59). Atas perilaku kejamnya mengakibatkan korban mengalami luka serius pada kakinya. Karena dihajar dengan potongan kayu usuk berkali kalimdibagian kakinya.  Hingga ambruk.

“Peristiwa KDRT ini terjadi pada Jum’at (8/11) siang, sekitar jam 13.00 WIB,” jelas Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, melalui Kasatreskrim AKP Haryo Seto Liestyawan, SH, M.Krim, Jum’at (29/11/2019).

Dijelaskan, penganiayaan tersebut disebabkan, karena pelaku marah kepada korban yang mengira rokok miliknya yang berada di bawah meja ruang tamu dipindah atau dibuang oleh korban.

Hal ini, mengakibatkan pelaku emosi kepada korban, dan menganiaya korban dengan cara memukul dengan menggunakan potongan kayu usuk sepanjang kurang lebih 50 cm. Pelaku memukul korban di bagian lutut kaki sebelah kanan sebanyak 4 (empat) kali sehingga mengakibatkan korban smbruk tak bisa berjalan, dan memar.

Hanya gara-gara sepele, Har (52) naik pitam, lalu marah dan melakukan penganiayaan berat pada istrinya sendiri.
Melihat kejadian  tersebut Teguh (29), anak korban, melaporkan kasus KDRT ini ke polisi Polsek Butuh.

Tak lama setelah itu, pelaku diamankan polisi. Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain, sepotong kayu usuk panjang 50 cm, satu buku nikah Istri nomor: 383 / 34 / IX / 2006, tanggal 23 September 2006,.

Korban ini masih dirawat di RSU Palangbiru Kutoarjo. Hasil pemeriksaan   RS Palang Biru ternyata korban mengalami pergeseran tempurung kaki sebelah kanan, yang mengakibatkannya tidak bisa jalan,” ungkap Haryo Seto, yang didampingi Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah.

 Kini Har harus mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo. Ancaman hukuman 10 tahun telah menantinya.
“Tersangka kita jerat dengan pasal 44 (2) UURI Nomor 23, Tahun 2004 tentang PKDRT dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 30 juta,” pungkas Haryo Seto. (Nang).

Tidak ada komentar