Breaking News

Humas Pemkab dan Wartawan Study Banding Ke Gunung Kidul



GUNUNG KIDUL ( KORANPURWOREJO) Selama dua hari berturut turut Selasa - Rabu
( 26-27 /11/2019 ) Humas Pemda Purworejo disertai para Jurnalis melakukan study banding di Pemkab Gunung Kidul.

Bagian humas dan protokoler pemkab Purworejoq, yang dipimpin Rita Purnama, kehadirannya di Pemkab Gunung Kidul dituai oleh Asisten III, Drs. Pram Prasetyo Ahmad. MM.


Dikatakan oleh Pram, kehadiran rombongan dari Purworejo setidaknya ingin saling bersinergi, dan ingin mengetahui kiat kiat Gunung Kidul yang dalam akhir akhir ini menjadi primadona pariwisata. Bagaimana kiat publikasinya sekaligus cara membangun branding sebagai daerah wisata. Karena Purworejo juga sedang gencar melakukannya. Apalagi kini sudah ada Bandara NYIA, yang diharap memiliki dampak poditip bagi Purworejo.

Rombongan diterima oleh Kadin Kominfo Gunung Kidul. Yuniantoro.Ssos. MM.
Sebelum acara dimulai para tamu rombongan diberi sajian film film profil destinasi yang ada di Gunung Kidul, nyaris para romhongan jadi berkesan keheranan, dengan keindahan alam yang ada di Gunung Kidul.



Kadin Kominfo Gunung Kidul, menjelaskan. Di Gunung Kidul saat ini prioritas utama adalah pariwisata. "Upaya apapun yang kita lakukan di GK ( Gunung Kidul )  titik akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat .
Kami sangat tahu untuk membangun tidak akan bisa sendiri. Maka semua harus saling melengkapi.
Yang kurang di perbaiki, yang sudah diperbaiki harus disampaikan masyarakat. Oleh karenanya kita harus menggandeng masyarakat ", urai Yuniantoro.

" GK ini kita kuncinya 1. Rajin bekerja terus menerus melakukan yang terbaik. 2 Pekerjaan harus selesai. 3 Hasil dampak positip dari pekerjaan itu gol -nya apa ?  Kunci inilah yang menjadikan GK kini jadi lebih maju dari kemarin kemarin, tambahnya.


Diakui oleh Yuniantoro fisi Kepariwisataan di GK telah mendongkrak PAD menjadi 24 M.
Selain itu juga menumbuhkan kenaikan penghasilan masyarakat di sekitar destinasi.
Seperti, warung makan, penginapan, hotel dan transportasi. Semuanya menaikkan transaksi keuangan di Gunung Kidul.

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari kerja para wartawan dan masyarakat untuk mempublikasiksnnya.

"Selain hal tersebut, Kadin Kominfo juga melakukan pembangunan jaringan internet  gratis ke seluruh desa dengan jaringan WAFI secara gratis. Hal itu dimaksudkan supaya masyarakat juga turut berperan mempublikadikan Gunung Kidul melalui medsos dengan androidnya.

"Karena diera modern ini publikasi menjadi paling utama untuk dunia wisata.
Maka benar jika wartawan juga harus diajak untuk bersinergi, urai Yuniantoro. ( Nang)



Tidak ada komentar