Breaking News

Bramantyo Anggota Komisi X DPR RI, Gemes Dengan Nasib Guru Honorer.

Bramantyo Suwondo Anggota DPR RI komisi X dari Partai Demokrat.
PURWOREJO ( KORANPURWOREJO) -ANGGOTA DPR RI Komisi X  dari Partai Demokrat, Bramantyo Suwondo. M.MIR menemui kontituennya sekaligus melakukan sosialisasi  4 Pilar MPR RI, Senin  ( 24 /11/2019) di Pendapa rumah makan Bambu Kuning jln. Jogja KM -4 Purworejo.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah Kepala Desa, Guru, Sekdes, pensiunan, Tokoh masyarakat dan para generasi muda.

 Ketua DPC Partai Demokrat Yophi Prabowo membuka sekaligus memberi sambutan, berharap pertemuan tersebut bisa menjadi bermanfaat untuk menjaring aspirasi.

"Harapan kami, Mas Bram menjadi amanah untuk meningkatkan pembangunan bagi kemajuan masyarakat Purworejo.
Dan bisa bermanfaat bagi kita". Ungkap Yophi.


Bramantyo yang disertai Staf khusus
Misbahful, dihadapan konstituennya,  berkali kali mengucapkan terimakasih pada warga Purworejo atas dukungan dan kepercayaannya.
Brams berjanji akan memberikan perhatian khusus untuk Purworejo.

Cucu Jendral Sarwo Edhy ini pun membeberkan 3 tugas dan kewenangannya.
Meliputi Fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan.
Ditambahkan oleh Bram, lingkup kerjanya meliputi 3 hal, Pendidikan Olah Raga dan Kepemudaan, serta Pariwisata dan ekonomi kreatif. Adapun mitra  kerja Komisi X DPR RI dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Pariwisata dan ekonomi kreatif  dan Kementrian pemuda dan olah raga.



Pada sesi dialog, terlontar ,  Guru sebagai pahlawan unik.  Guru SD selama hidup terus jadi guru SD. Tapi muridnya bisa jadi Presiden.
Tapi akhir akhir  ini ada degradasi moral
 Seperti yang viral di medsos. Guru digebugi murid dan menjadi Viral.

Triningsih , dengan terbata menceritakan nasib para guru, honorer yang hanya digaji Rp 300.000 perbulan. Jauh dari upah pekerja UMR. Yang jumlahnya cukup banyak. Bahkan ada yang mengabdi hingga puluhan tahun.

Asih Juga menceritakan keluhannya , dengan turunnya perilaku moral anak anak.
" Kena apa sekarang kok tidak ada pelajaran budi pekerti anak, urai Asih.
Hal serupa terlontar dari Tri Wibowo Sekdes  Desa Karangluas Kemiri.

Mendengar keluhan masyarakat dan guru, Brams  menyatakan diri ingin berkomitmen membangun dan melakukan perubahan. Meski ia tahu tak semudah membalikkan tangan.

" Pemerintah pingin segera perdoalan tersebut segersa diselesaikan.
Secara dana sudah semakin tinggi 20 persen. Tapi kok rasanya tidak berubah.
Semua saya catat dan akan saya perjuangkan. Agar guru honorer punya penghasilan yang baik.  Ini akan segera saya cari solusinya " ungkap Bram.

"Mendengar keluhan bapak ibu semua, apalagi perihal nasib guru honorer, saya rasanya jadi gemes ", pungkas Brams.( Nang).


Tidak ada komentar