Breaking News

Petani Jagung Jadi Korban Arogansi, Dilaporkan ke Polres & Gubernur



NGOMBOL (KORANPURWOREJO)– KASUS AROGANSI  Menimpa Dua petani jagung  di Desa Wonosari Kecamatan Ngombol .
Teguh Prayitno (35) dan Reki Haryono (31), merasa sangat dirugikan. Karena tanaman jagung di lahan seluas 7000 m2 yang berada di Dukuh Wirosobo Desa Wonosari Kecamatan Ngombol Kab.Purworejo, dihancurkan secara paksa menggunakan alat berat yang di duga dilakuakan oleh PT JKB.

Kepada wartawan Menurut Teguh, penghacuran tanaman Jagung dilakuka
n pada Sabtu, (12/10/2019) lalu itu. Sangat fis3salka   karena tanaman tersebut sesuai dengan umurnya tidak lama lagi bakal bisa dipanen.

“Akibat penghancuran tanaman jagung secara paksa tersebut kami dirugikan setidaknya sekitar Rp 4,8 juta, itu dari biaya pembelian bibit, biaya penanaman dan pemeliharaan. Namun jika dihitung dari hasil panen diperkirakan mencapai Rp 14 juta rupiah,” ujar Teguh didampingi  Reki.

Sebagaimana dijelaskan Teguh dan Reki, keduanya menanam jagung dilahan seluas 7000 m2 atas ijin pemilik lahan atau ahli waris pemilik lahan dan mereka sama sekali tidak tahu kalau akhirnya lahan yang ditanami Jagung mendadak dihancurkan paksa oleh PT JKB yang mengaku pemilik lahan tersebut

“Kami menanam jagung karena disuruh dan mendapat ijin dari ahli waris pemilik lahan, namun tidak tahu permasalahanya, tanaman jagung kami di hancurkan paksa dengan alat berat oleh PT JKB yang mengaku pemilik tanah tersebut, ” terang Teguh.

Sementara Aktifis  R. Bambang Priyono dari LPRI ( Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia ), mengutuk keras tindakan sepihak dan arogan terdebut.  Pihaknya menyesalkan kejadian penghancuran paksa tanamam jagung tersebut.  Apalagi dari pihak desa sama sekali tidak mau ikut campur.

“Mereka berdua sebagai petani kecil, mereka hanya minta perlindungan dan setidaknya dari pihak PT JKB bisa memberikan kompensasi, Karena kedua petani tersebut sama sekali tidak tahu kalau lahan yang mereka tanami sedang bermasalah,” ungkap Bambang.

Lebih lanjut, baik Teguh maupun Reki saat dikonfirmasi wartawan, hanya meharapkan minta kompensasi, dan dalam upaya mendapat kompensasi Teguh dan Reki akan di dampingi LPRI ( Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia), pungkas Bambang.

Atas kejadian tersebut, Senin (14/10/2019), Bambang Priyono dari LPRI, melaporkan secara tertulis ke Ketua DPRD Purworejo, dan surat tembusan ke Gubernur Jawa Tengah, Ketua DPRD Propinsi Jawa Tengah, Bupati Purworejo, Kapolres Purworejo, Kepala Dinas PUPR Purworejo, Kepala DP2KAD Purworejo dan DPP LPRI Jakarta.
( Nang )

Tidak ada komentar