Breaking News

Kemarau Aman , PDAM Bangun Resarfoar Tingkatkan Produksi, dari 17 liter/Detik, Hingga 105 liter/ Detiik.




Kehormatan karyawan tertua Suparko memotong tumpeng menyerahkannya pada Direktur PDAM (foto :Nang ).
PURWOREJO (KORANPURWOREJO.COM)--
JURUS Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Purworejo, meningkatkan produksi air bersih, bikin geleng kepala.
Pasalny jurus yang dilakukan Direktur Hermawan Wahyu Utomo. ST.MSi lulusan ITB satu ini, sangat luar biasa.

Rabu sore (2/10/2019) pihaknya  syukuran potong tumpeng di Bendung Bogowonto I, di Pangen - jln. Jogja KM 2 bersama sekitar 20 karyawannya . Atas pembangunan 2 Resarfoar mesin produksi ( bak penampung air bersih) di Bendung Boro yang sudah selesai.

Salah satu ressrfoar di bendung Bogowonto 

Dijelaskan oleh Hermawan, " Ada dua Resarfoar baru yang di bangun. Resarfoar I menghabiskan dana Rp. 1,8 Milyart, menaikkan  produksi dari 17 liter / detik menjadi  40 liter / detik.

Sedang satunya menghabiskan Rp. 600 juta, dengan produksi dari 22 liter/ detik naik menjadi 42 liter / detik. Serta mesin pruduksi cadangan sebesar 25 liter/ detik. Jadi total semuanya di Bendung Boro menghasilkan 105 liter / detik" Ungkap Hermawan.

"Dengan produksi 105 liter/ detik ini, untuk mem-BecUp pelanggan Purworejo kota, Pangen , Perumahan Boro, Banyuurip, Purwodadi, sekaligus untuk timur Bogowonto Cangkrep, Brenggong, Wonoroto, Piji  sampai Bagelen timur jembatan ", tambahnya.

" Dulu setiap musim kemarau selalu jadi masalah besar,  air hanya ngalir malam hari, dan sangat kecil. Sekarang alat produksi instalasi air sudah kami  dinaikkan jumlah produksinya.
Bahkan Wawan menaikkan produksi air dan  membangun Resarfoar berjumlah 4. Di Bendung Boro 105 liter / detik  Kutoarjo Resarfoar dengan daya tampung 250.000 liter. Termasuk Tuksongo. Serta di Banyuurip.

" Maka kekeringan panjang pun kebutuhan air PDAM  bagi SR ( Saluran Rumah ) akan tetap aman. Bahkan PDAM bisa menyumbang  ratusan ribu liter air bersih dengan Truk tangki dikirim ke daerah kekeringan Pituruh, Gebang, Bagelen, Kaligesing hampir setiap hari.

Suasana akrab antara Direktur dan karyawan 

Jurus tersebut dilakukan Wawan yang lulusan ITB Bandung itu, setelah mengetahui, bahwa masalah yang timbul selama puluhan  tahun setiap kemarau, adalah produksi air yang kecil.
Karena dulu  jumlah produksi air selama 15 tahun tidak pernah ditambah. Setiap instalasi rata rata hanya  mampu berproduksi 17 liter/ detik atau  22 liter / detik.  Lagi pula tanpa penampung / Resarfoar . Sekarang dalam  3 tahun terakhir sudah dinaikkan produksi air bersihnya setiap lokasi instalasi  menjadi 50 liter/ detik dampai 105 liter / detik.

"Pokoknya meski kemarau panjang ,posisi jumlah produksi air bersih kita tetap terpenuhi dan aman bagi pelanggan! Tandas Wawan.

Hermawan Lulusan ITB pembawa kemajuan PDAM

Dari pengamatan KoranPurworejo, serta didukung data yang ada, PDAM Tirta Perwita Sari setelah dipimpin Hermawan WU. ST. MSi, adalah merupakan BUMD paling sehat di Purworejo . Baik secara keuangan, operasional, pelayanan dan perangkat SDM-nya. Layak PDAM Purworejo setelah dipimpin Hermawan menduduki rangking 61 Nasional dari 367 PDAM seluruh Indonesia. Yang sebelumnya di posisi urutan 117.

Saat ditanya seberapa progres kondisi keuangan PDAM, diperoleh keterangan. Pada tahun pertama menjabat. Mendongkrak keuntungan Rp 850 juta. Tahun kedua naik Rp1,2 Milyart. Tahun ke tiga naik menjadi Rp 1, 7 Milyart.

" Dan saya pastikan pada takhir tahun nanti kita hitung bakal naik menjadi Rp 1, 9 Milyart. Kepada  seluruh karyawan , Wawan mengajak supaya kompak dan konsen progres, untuk turut memajukan PDAM. Karena tugas saya harus membuat kemajuan PDAM, pungkasnya. ( Adv/ Nang).















Tidak ada komentar