Breaking News

Dewan Kesenian Adakan Workshop Penulisan Karya Sastra




PURWOREJ0 ( KORANPURWOREJO)
Komite Sastra Dewan Kesenian Purworejo mengadakan workshop penulisan karya sastra, di STAINU Purworejo, Sabtu  (26 okt 2019).

Dilaporkan oleh Ketua penyelenggara Soiman .Spd, Acara yang diikuti 60 an peserta, dari Guru seni SMA
/SMK , Guru Seni SMP dan SD serta para pelaku seni tersebut bertujuan supaya peserta diharap bisa menulis ide dan gagasannya menjadi sebuah lako pertunjukan.

Acara di buka oleh Kadinparbud yang diwakili AgungPranoto ( Kabid Kebudayaan) Sdihadiri Rektor STAINU, 65 peserta dan tamu undangan.

Mengundang pemateri Sastrawan Sumanang Tirtasujana dan Bondan Nusantara ( praktisi seni Jogjakarta ).
Sumanang Tirta, bicara tentang seni dan  manfaat bagi anak didik di lembaga sekolah.
Sebut saja teater sekolah , adalah bagian yang bisa dijadikan alat untuk membentuk kepribadian.


" Teater sekolah sangat bisa memberi nilai lebih terhadap tingkat apresiasi sastra.
Teater sekolah sebagai bagian pendidikan ekstra , memiliki peluang yang kebih besar dalam mewariskan pengetahuan seni budaya.

Karena melalui sajian sajian garapan pertunjukannya, diharapkan bisa memberikan sumbangan pembentukan moral siswa.

Karena dalam kegiatan tersebut dimungkinkan terjadi pembicaraan tentang berbagai masalah kehidupan yang mungkin belum dibicarakan di dalan kelas, ungkap Sumanang,


" Siswa akan belajar itu semua melalui naskah. Baik penokohan dan pesan pesan yang terkandung di dalam naskah.

Study teater , menurut Sumanang Tirta, akan membantu siswa mencapai kecakapan individu, yang mencakup ketekunan, kepandaian berekspresi, daya imajinasi serta inovasi kreatif.
Selebihnya juga bisa untuk mengembangkan tingkat intelektual siswa.

Lewat study teater yang didalamnya bersimultan tentang ilmu sastra, siswa dapat melakukan rekreasi pikiran yang mengasyikkan. Sehat segar dan menyenangkan melalui peran peran yang dilakoninya.


Aktifitas tersebut menurut Sumanang akan menggugah hidup berinspiratif positif. Akan tergugah batin dan pikirannya untuk bersikap kritis. Tanggap terhadap berbagai hal yang mewarnai kehidupannya.

Dikatakan oleh Sumanang, didala malam  modern ini, hampir setiap hari sadar atau tidak kita telah disuguhi berbagai pertunjukan seni dengan segala genrenya.

Mengapa kita hanya jadi penontonnya? Bukankah kita juga punya potensi untuk menuliskan menjadi draf/ naskah pertunjukan sekecil apapun peristiwanya ?

Baik untuk acara Pramuka,pertunjukan di sekolah, atau Festival kesenian, tandas sumanang.

Sementara Bondan Nusantara  melengkapi tampil sebagai nara sumber, mengarah pada cara menggali ide dan menuliskannya menjadi naskah pertunjukan.

Bondan yang praktisi penulis naskah lakon, dan seorang sutradara itu, memberikan materi cara menulis lakon.
Secara gamblang simpel dan mudah diterima, Bondan memberikan pencerahan, kiat kiatm khusus bagaimana menuliskan naskah pertunjukan dari ide dan konflik konflik cerita hingga jadi pertunjukan.

 Menurut Bondan, dalam drama ada alur cerita, penokohan,  karakter, serta konnflik penceritaan sesuai missi cerita.
Lakon adalah sebuah cerita pertunjukan. Baik drama ( teater modern ) kethoprak, ludruk, lenong, randai atau sandiwara.

Sedang dalan pertunjukan, bagian yang penting itu  alur certa, pengaturan suasana, pencapaian estetika. Harus dibayangkan sebelum dipentaskan.

 Misal ada adegan sedih, adegan lucu, adegan tegang, dimana akan ditempatkan dimana,mitu juga penting.
 Bahkan penyelesaian ending harus dibikin seestetik mungkin, ungkap Bondan.

"Sedang Ide menulis cerita, menurut Bondan, Bisa dari apa saja. Bisa dari buku sejarah, bovel, film, cerita rakyat, legenda, atau kehidupan sekitar kittambah Bondan ( mn)

Tidak ada komentar