Breaking News

SMK Kesehatan Bhakti Putra Bangsa, Jadi Ajang Satrawan Masuk Sekolah


Prnyair Umi Kulsum beraksi baca puisi .Foto: Nang.
PURWOREJO ( KORANPURWOREJO)--Sejumlah sastrawan nasional seperti novelis Budi Sardjono, penyair Ons Untoro, Umi Kulsum, Chairul Anwar, Resti Herdiana ( Jakarta ) Yanti S Prayitno, Sulis Bambang ( Semarang) datang dan berbagi ilmu pada siswa di Gedung Graha Bhakti SMK Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Purworejo.

Acara yang bertajuk Sastrawan masuk sekolah tersebut,  juga ditandai dengan Launching Antologi Puisi Kesehatan dari para siswa , serta baca puisi dan bedah buku novel Nyai Gowok karya novelis Budi Sardjono.
Pada pra acara sejumlah siswa SMK Kesehatan membacakan karyanya, termasuk Rahman Sudrajat, SS. Mpd ( kepala sekolah) membacakan karyanya berjudul "Aku".

Acara yang dipandu oleh Ons Untoro tersebut, sangat mendapat respon para siswa, menjadi ajang dialog antara para penulis dengan siswa.

Sebuah kehormatan sebelum dibuka dialog Ons membaca puisi karya Lia Mujianti, berjudul Cinta lingkungan, puisi  yang dibaca Ons bertema kesehatan. Ons menganggap puisi tersebut cukup bagus.

Para guru dan pecinta sastra mengikuti dengan antusias.

Lalu Penyair Resti Herdiana mendapat giliran berikutnya. Sambil memperkenalkan diri, Resti membacakan Puisinya Sihir hujan.
Lalu disambung Penyair Umi Kulsum.

 Terungkap dalam dialog, prnyair Resti Herdiana, mengaku saat menulis puisi materinya diakui dari realitas hidup keseharianya.

" Materi yang saya tulis hampir semuanya adalah dari persoalan kehidupan. Yang saya jelmakan jadi karya sastra, puisi " akunya.

Penyair Resti Herdiana dari Jakarta
In actionmbaca puisi  ( foto: -nang)

 Sementara penyair Umi Kulsum, yang oleh Yayasan Hari Puisi jakarta , memenangkan sayembara buku puisi tahun 2016 dan 2017 secara berturut turut itu, mengaku puisi puisi yang ditulis berawal dari hal yang muncul disekitar kita.

"Mungkin dari hal sepele seperti jarik, stagen, beskap. Dari hal itu , apa falsafahnya maka saya gali, lalu saya tulis jadi puisi", akunya.

Para seniman yang ambil bagian sastrawan masuk sekolah,

Umi mengajak para siswa untuk mencintai dunia tulis. Karena untuk jadi juara nulis, Ada hadiahnya puluhan juta.  Juga namanya akan tercatat dalam sejarah. Serta tidak akan lekang oleh waktu. "Seperti buku puisi  Akar Ketuban itu kini laris dicari para pencita puisi" imbuhnya.

Sementara Chairul Anwar menjelaskan , proses kreatifnya berawal dari  pengelola mading sekolah. Lalu terbiasa menulis. Dan akhirnya kecanduan.
" Kalau sering menulis itu namanya akan abadi. Sebagai literasi ", tandasnya.

Ons Untoro Pengelola Rumah Budaya Tembi Jogja

Menurut penyair Ons Untoro yang  pengelola Rumah Budaya Tembi Jogjakarta,  mengatakan, " Bahasa puisi itu bahasa pilihan. Bukan bahasa verbal keseharian. Ada cara lain untuk membahasakan sesuatu dalam puisi. Didalam puisi ada gaya bahasa, ada imaji, sehingga pilihan katanya harus tepat, dan memenuhi keindahan.

Pada sesen kedua Novelis Budi Sardjono memaparkan proses lahirnya Novel Nyai Gowok. Novel yang menceritakan asmara ini menjadi banyak diminati pembaca, karena berkait tentang hubungan asmara.
Para siswa sering tepukmtangan manakala Budi Sardjono menceritakan apa dan siapa tentang Nyai Gowok.

Novelis Budi Sardjono memberi motivasi pada siswa
Rahman Sudrajat selaku kepala sekolah berharap, Dari acara Sastrawan masuk sekolah tersebut, setidaknya diharap para siswa menjadi tergugah untuk bisa menulis karya sastra, sukur bisa jadi penulis.
"Apalagi era sekarang era literasi ", pungkasnya.

Menanggapi peristiwa seni tersebut, Agus Pramono  selaku punggawa teater di Dewan Kesenian Purworejo, mengakui kegiatan tersebut sangat berdampak positip. "Ini salah satu cara awal bagi anak anak untuk lebih suka sastra. Selebihnya  anak anak jadi tergerak untuk jadi penulis.  ( nang)

Tidak ada komentar