Breaking News

Ngaku Sebagai Orang Pintar, Cabuli Siswi SMA, Terancam 15 Tahun


PURWOREJO  (KORANPURWOREJO)
SEORANG pemuda bernama Dedi Susanto alias Putra asal  Desa Muara Bunai, Kec. Lampung  Kab. Ogan Komering, Sumatera Selatan melakukan perbuatan bejad pada seorang anak dibawah umur 15 tahun 11 bulan .
 Pada tanggal 14 September 2019, di rumah salah satu teman korban di Desa Popongan wilayah Kecamatan Banyuurip.
Dedi akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Purworejo , Minggu ( 15/9/2019 ), setelah ayah korban melapor ke Polisi.

Bunga ( Nama samaran ) Siswi kelas X  di salah satu SMAN di Purworejo, menjadi korban persetubuhan  pemuda yang mengaku sebagai  orang pintar semacam paranormal,  yang dikenalnya melalui akun media sosial.

 Pelaku mengelabuhi korbannya dengan dalih perbuatan tersebut dilakukan untuk membuang mahluk halus yang dikirim oleh mantan kekasih korban.

Kasstreskrim Polres Purworejo, Akp. Haryo Seto Listyawan , Kamis  (19/9) saat pers rilis mengatakan.
“Awalnya mereka saling kenal melalui akun facebook, lalu berlanjut hubungan. Dalam komunikasi chat fb korban curhat tentang mantan pacarnya, disitulah niat pelaku mengelabuhi korban".

Hubungan keduanya berawal kenalan lewat facebook, terus chatingan lewat Wa. Keduanya menjalin hubungan Sudah sekitar 4 bulan pacaran lewat facebook dan WA.
Terus ketemu sama dia (korban) di rumah temannya di Desa Popongan , kawasan Banyuurip.

" Saya melakukan itu (persetubuhan) dua kali. Sebenarnya niat saya ke sini mau ketemu baik baik sama keluarganya (keluarga korban),” kilah pelaku.

Dijelaskan, kronologis kejadian tersebut sebelum melancarkan akainya, pelaku membuat akun   dan mengaku sebagai mantan kekasih korban lalu menakut-nakuti telah mengirimkan mahluk halus kepada korban. Korban pun ketakutan hingga akhirnya menceritakan apa yang dialaminya kepada pelaku.

“Pelaku kemudian berpura-pura mengenalkan korban kepada orang pintar yang bisa mengusir mahuluk halus tersebut melalui akun facebook. Korban yang percaya begitu saja, akhirnya berkenalan dengan orang dimaksud yang tak tak lain adalah tersangka sendiri dengan menggunakan nama akun facebook lain lagi yang berbeda,” jelasnya.

Saat pelaku mengaku menjadi orang pintar itulah, dengan akun facebook yang lain, orang pintar itu menyuruh korban untuk berbuat asusila dengan tersangka agar terbebas dari mahluk halus tadi, dan akhirnya korban bersedia melakukan persetubuhan itu.

“Lalu pelaku datang dan akhirnya korban diajak di salah satu rumah temannya, di rumah temannya itu kemudian mereka melakukan hubungan persetubuhan. Karena menyesali perbuatanya, korban menceritakan kepada orang tuanya, Dan akhirnya orang tua korban melaporkan kejadian itu ke petugas,” lanjutnya.

Mendapati laporan itu, petugas lalu meringkus prlaku Minggu (15/9) Untuk dilakukan pemeriksaan. Dihadapan petugas pelaku tidak bisa berkutik, dan mengakui modus yang digunakan. Serta mengakui semua perbuatannya.

Pelaku bakal dijerat pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. ( MNg)

Tidak ada komentar