Breaking News

Gunadi Suprapto, Sosok Penggugah Kesadaran Peduli Sungai



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO)-- ORANG Orang mengenalnya dengan sebutan Mbah Goen. Kemanapun beliau pergi melangkahkan kaki dari pintu rumahnya, selalu membawa ponselnya untuk berbagai hal dokumentasi.

Hampir tiap harinya Beliau memonitor hal yang berkait dengan sungsi dan irigasi. Setidaknya bisa untuk dikordinasikan untuk laporan pada para pemangku jabatan Dinas yang menaunginya.



Siapakah mBah Goen ? Beliau seorang aktifis peduli sungai, tergabung di Komunitas Peduli Sungai TirtaJaya Purworejo. Bentukan Probolo dan ISDA Jateng, sebagai garda depan masyarakat untuk turut memperhatikan sekaligus sebagai agen  peduli sungai.

Lelaki berusia 62 tahun ini, adalah mantan Kaur Pembangunan Desa Pituruh, Kecamatan Pituruh Purworejo.


Jaringannya luas, dari komunitas peduli sungai , sampai Dinas lingkungan hidup, Dinas Perhutani, sampai Anggota DPR RI pernah singgah di rumahnya di Dukuh Wetan RT 04 / RW 05 Desa Pituruh.  Beliau melakukan kegiatan dengan kerelaan hati. Bukan untuk sensasi. Perilaku tutur bahasanya juga santun, bukanlah seorang yang pongah.

"Saya melakukan sesuatu hal, bukan cari sensasi. Hati saya rasanya tidak bisa membiarkan yang tidak semestinya ", ungkapnya pada KoranPurworejo.



"Saya bukan tenaga pembersih sungai dan irigasi. Tapi kehadiran komunitas, berusaha memberi kesadaran pada masyarakat dan para pamong desa, tokoh masyarakat untuk tidak abaikan lingkungan kita yang kumuh dan tidak semestinya, imbuh mBah Goen.

Dari aktifitasnya, lelaki 62 th yang punya nama Gunadi Suprapto ini, awalnya sering diketawakan oleh lingkungannya.

Tapi, dari aktifitas dengan komunitasnya. Beliau diundang BBWS Serayu Opak Jogjskarta.  Mengikuti program Geraksn Restorasi Sungai. Gerakan susur sungai dan bukit. Gerakan drainase dan sanitasi sehat lingkungan.
Serta diundang program Penguatan Kelembagaan Kominitas Peduli Sungai dari Kementrian PUPR Direktorat Jendral Sumber .
Daya Air.
Baru baru ini beliau juga termasuk yang diundang sebagai peserta Community Developmemt pengelolaan sungai berbasis masyarakat, se Jogjakarta dan Jateng, yang diadakan BBWS dan ISDA Jateng di Magelang.

Lengkap sudah apa yang dilakukan seorang Gunadi Suprapto sebagai mitra pemetintah dalam bidang sungai. Menjadi penggerak kesadaran masyarakat. Meski kadang hanya dipandang sebelah mata. Malah mendapat komentat nyinyir dari masyarakat dan aparatur setempat yang belum sadar peran dan fungsinya.

Ia dengan kelompoknya TirtaJaya dan Kali Jogo. Terakreditasi sebagai Komunitas Peduli Sungai Serayu Opak. Juga Pada Komunitas Peduli Sungai Progo Bogowonto Luk ulo Jateng.
Tidak hanya itu, Gunadi juga pernah mengisi acara Siaran Radio mrmberikan pesan pesan positip, mengedukasi masyarakat tidak membuang sampah di sungai dan irigasi.


Saat ditanya, bagaimana awalnya bisa aktif digerakan peduli sungai ?
"Saya berani melangkah, semua itu saya anggap sebagai sikap positip. Dan tidak merugikan",  ungkapnya.
Gunadi mengaku, gerakan tersebut berawal dari sahabat masa kecilnya , yaitu aktifis sekaligus pemikir Sumanang Tirtasujana.

 " Beliau jaringannya luas, dari pikiran pikirannya Ia jadi wakil Utusan Jateng pada Konggres Sungai Indonesia, di Banjarmasin, Malang dan Jakarta, dan Hari Air Bersih Dunia.
"Saya cocok, konsepnya sederhana. Hidup harus bisa berderma sebisa kita. Berani berubah dengan sikap positip " pungkasnya. ( Barep Pribadi).






Tidak ada komentar