Breaking News

Glamping Deloano Jadi Area Ekspresi Para Pelukis. Didongkrak Untuk Maju.






 PURWOREJO ( KORANPURWOREJO)  --
Dunia pariwisata di area kawasan Menoreh , yang  berada di dua wilayah Purworehjo dan Kulonprogo terus mrnjadi perhatian pemerintah.
Faktanya  Badan Otorita Borobudur (BOB) telah membangun area percontohan Glamorous Camping (Glamping) De'Loano di Kecamatan Loano, Purworejo, Jawa Tengah. Keberadaan glamping tersebut untuk mamacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hampir setiap pekan digelar berbagai acara yang tidak lain untuk mendongkrak  DeLoano Glamping. Kali ini melibatkan beberapa pelukis dalam dan luar negeri untuk berekspresi. Juga pelatihan sumber daya manusia ( SDM) masyarakat sekitar.

BOB Bisma Jatmika,
Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan
mengatakan , untuk terus mengembangkan diperlukan atraksi yang beraneka ragam dengan standar internasional.
“Maka,  kami selalu berusaha agar lingkungan luar merasa terangkul. Kami dorong masyarakat untuk selalu menjaga kualitas produksi lokalnya seperti pembuatan gula aren, agar proses pembuatan tetap tradisional, tetapi kebersihan tetap terjaga,” kata Bisma, melalui siaran pers, Minggu (1/9).

Guna meningkatkan kemampuan dan wawasan masyrakat di sekitar zona otoritatif, BOB bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung menyelenggarakan pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan materti Pengelolaan Pameran dan Pengolahan serta Penyajian Kopi.

Kegitan pelatihan sumber daya manusia (SDM) ini bertujuan memaksimalkan potensi wisata yang terdapat di zona otoritatif. Dengan pelatihan Pengelolaan Pameran, diharapkan masyarakat desa sekitar zona otoritatif mampu mempromosikan produk -produk lokal yang menjadi ciri khas desanya misalnya, kopi, madu, gula semut, teh, keripik, dan lain sebagainya. Materi yang dibahas dalam pengelolaan pameran adalah, tahapan perencanaan penyelenggaran pameran, studi kasus penyelenggaraan pameran dan K3 dalam penyelenggaraan event.

Selain pelatihan pengelolaan pameran, juga akan diadakan pelatihan pengolahan serta penyajian kopi. Diharapkan dengan pelatihan ini masyarakat desa sekitar zona otoritatif lebih kreatif mengolah, mengemas dan menyajikan kopi untuk meningkatkan atraksi wisata di desa sekitar. Materi yang disajikan dalam pelatihan ini tentang, pengetahuan usaha makanan dan minuman, penanganan peralatan berdasar K3, pelayanan prima, dan penyajian kopi yang baik.

Narasumber dalam pelatihan ini yaitu, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Faisal, lalu Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Konvensi, Marsianus Raga; Sekretaris Program Studi Manajemen Tata Hidangan, Hanna Daniati dan Nandang Suhada.

Acara yang betujuan untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan masyrakat di sekitar zona otoritatif, BOB bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung menyelenggarakan pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan materti Pengelolaan Pameran dan Pengolahan serta Penyajian Kopi.

Kegitan pelatihan sumber daya manusia (SDM) ini bertujuan memaksimalkan potensi wisata yang terdapat di zona otoritatif. Dengan pelatihan Pengelolaan Pameran, diharapkan masyarakat desa sekitar zona otoritatif mampu mempromosikan produk -produk lokalnya.

Narasumber dalam pelatihan ini yaitu, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Faisal, lalu Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Konvensi, Marsianus Raga; Sekretaris Program Studi Manajemen Tata Hidangan, Hanna Daniati dan Nandang Suhada.

Selain agenda tersebut diatas. Untuk  mempublikaskan Glamping DeLoano, BOB juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo mengadakan lukis bersama di Glamping DeLoano. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah Purworejo International Art Camp 2019. Kegiatan ini diikuti seniman-seniman internasional dan seniman Indonesia sebanyak 30 orang. Seniman-seniman ini diajak untuk bisa mengabadikan Purworejo dalam sebuah lukisan.

Diundang beberapa pelukis dari manca negara juga para pelukis Jogja, Purworejo.
Hasil lukisan dipajang di Pendopo Bupati Purworejo. Sekitar 80 lukisan karya para pelukis tersebut mewarnai iklim kreatifitas para seniman lokal. Serta menggerakkan dinamika dunia pariwisata di Purworejo. Karena lukisan tersebut sebagian mencerminkan karya destinasi yang ada di Purworejo. ( Smn)

Tidak ada komentar