Breaking News

Camat Yang Kosong Mulai Terisi, Minat ASN Ikuti Seleksi Jabatan Rendah.

Suasana pengambilan sumpah saat pelantikan.
PURWOREJO ( KORANPURWOREJO)-
Bertempat di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Rabu ( 18 / 9/ 2019) Bupati Purworejo H Agus Bastian, SE, MM ,  melantik 130 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo. Ada beberapa Camat baru. Untuk mengisi kekosongan setelah terkena rotasi pasca pemilu.

Moehardjono. SE , menduduki jabatan sebagai Camat Bayan. Netra Asmara Sakti. Ssos. MT sebagai Camat Bruno. Hariyono.Ssos,MM Camat Kaligesing. Sedang Camat Pituruh diisi oleh Yudhi Agung Prihatno. SSTP, yang sebelumnya sebagai Sekcam.

Bupati sempat menyatakan,  dan keheranan kurang minatnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti lelang jabatan. Padahal tidak perlu membayar.

Daftar Nama nama Camat Baru

Ditambahkan oleh  Bupati, banyak  ASN yang pinginnya drngan model tunjukan. Padahal saat ini untuk bisa duduk di jabatan eselon wajib mengikuti seleksi dan uji kemampuan.
Berarti banyak ASN yang tidak ingin menduduki jabatan penting.

“Betul-betul saya heran. Mereka inginnya ditunjuk jadi lurah tanpa melalui proses seleksi. Seperti pemborong saja yang kalau ingin pekerjaan senangnya lewat tunjukan,
Kelakar Bupati Agus Bastian.

Bupati menegaskan, untuk bisa menduduki jabatan tertentu seorang ASN tidak perlu mengeluarkan uang. ASN jangan mau dibodohi orang yang mengaku bisa memberi jabatan dengan imbalan.

Bupati juga menyayangkan banyak camat yang malas mendaftar lelang jabatan tinggi pratama atau eselon II. Padahal menurut bupati jabatan eselon II itu jabatan bergengsi.

“Tapi herannya kok hanya sedikit camat yang mau. Kelihatannya mereka lebih senang jadi camat atau Kabag,”tandas Bupati dengan ekspresi wajah prihatin.

“Dalam penataan SOT, saya jamin clean and clear. Bagi saya SOT bukan untuk cari uang,”tandas Agus Bastian.

Agus Bastian juga minta kepala dinas tidak membiarkannya sendirian menghadapi tugas sebagai bupati. Bupati sering menghadapi DPRD merasa endirian tanpa didukung oleh kepala dinas.

“Tolong jangan membiarkan saya jalan sendirian. Saya jauh-jauh datang dari Jakarta hanya untuk melanjutkan para pendahulu membangun Purworejo. (Mn).

Tidak ada komentar