Breaking News

Pituruh Exspo , Serasa Pasar Malam. Timbul Sampah Dimana mana.

Ndolalak sebagai icon penyedot pengunjung.

PITURUH ( KORANPURWOREJO )  -- PASCA event  Pituruh Exspo , Kab. Purworejo, yang digelar di area lapangan dan meluber ke sisi belakang. Digelar dalam sepekan, telah berakhir Minggu ( 25/8/2019) . Kegegap gempitaanya menyedot ribuan pengunjung siang dan malam.

Sayang  kegiatan tahunan yang diberi label Pituruh Exspo  2019, dalam rangka HUT RI ke 74. Oleh masyarakat dinilai sudah terlalu jauh bergeser tujuannya.

" Exspo Pituruh, lebih tepat disebut Pasar Malem saja. Ungkap Rosa Galih ( 40 th .Warga
Pituruh ).
Bahkan oleh seorang ASN di lingkup Kecamatan, mengatakan " Dulu sudah saya beri saran, tentang perihal namanya. Juga siapa yang pantas mengikutinya. Tapi tidak digubris, sambung ASN yang tak mau disebut namanya.


Sampah  berserakan.

" Exspo itu, mestinya ya untuk memfasilitasi produks unggulan yang bisa mengangkat promo perekonomian warga setempat.
Tapi sayangnya justru didominasi pedagang pakaian, kaca mata, parfum, elektronik, bahkan promo motor,  dll" . Ungkap rosa.

Kesannya area Kecamatan dipetak petak untuk kegiatan profit. Untuk mencari uang. Bahkan pedagang luar ada yang pasang tratag sendiri "Tandas Rosa.

Dari pantauan Koran Purworejo, dari jumlah stand yang ada, memang hanya sekitar 20 % yang dipersiapkan untuk  memfasilitasi produk unggulan warga puturuh. Terwakili oleh  Stand PKK.
Namun lagi lagi  juga kurang maxsimal. Karena sering tutup.

Sebanarnya ada sisi baik dari Exspo yang berasa pasar malam tersebut. Yaitu setiap hari dalam sepekan selalu ditampilkan kesenian lokal. Setidaknya memberi edukasi anak anak dan penghiburan warga. Bahkan di akhir perhelatan digelar Pertunjukan wayang kulit
Dalang Ki Narpo Aji . Sabtu malam minggu (24/8/2029).
Sampah pedagang dibuang di irigasi

Sayang panitia sepertinya hanya berkonsentrasi pada segi profit dan  kegegapgempitaan saja. Sampah pasca Exspo yang berasa pasar malam itu memunculkan dampak  masalah baru

Sampah dari para pedagang terlupakan tak pernah terpikirkan bagaimana menyikapinya.

Sebagai kota kecamatan yang mulai berkembang, pengelolaan sampah kurang terperhatikan.


Sampah di Pituruh, memunculkan masalah baru. Keterlibatan dari para pemangku jabatan belum tampak berbuat sesuatu. Barangkali ia kurang paham . Bahwa oejabad itu abdi rakyat.
Mestinya segera ada tindakan pragmatis.

Dari pantauan
Media, beberapa saluran irigasi menjadi tempat pembuangan sampah.

Dibawah jembatan sungai Pepe jadi tempat pembuangan sampah baru.

Bahkan beberapa pinggir jalan menuju Kemiri dan menuju Klepu, menjadi area tempat pembungan sampah.

Oleh Komite SDN Sutogaten ST.Sujana dijelaskan. Bahkan di setiap Event karnaval atau lainnya di alun alun Pituruh.
Anak SD Sutogatenlah yang jadi pelaku pembersihnya. Karena merasa risih melihat kotoran berserakan.

Komunitas Kali Jogo reresik sampah di irigasi timur Kecamatan Pituruh.


Aktifis Peduli Sungai Tirta Jaya Purworejo . Gunadi Suprapto ( 62 th)  bersama beberapa anggotanya sehari setelah Exspo melakukan gerakan pembersihan. Dengan mengumpulkan sampah di Irigasi. Lalu membakarnya.



"Saya melakukan ini. Untuk edukasi, Bukan untuk apa apa. Karena saya Oleh ISDA Jateng dan BBWS Jogja dan Dinas Lingkungan hidup Purworejo, sudah terdaftar Relawan penggerak kesadaran.

Lagian, tidak patut jika sampah sampah tersebut hanya dibiarkan. Malulah". Ungkapnya.

Sampai berita ini ditulis, KoranPurworejo sudah menemui beberapa panitia Exspo. Namun berkesan tutup mulut, takut salah. Dan tidak memberikan tanggapan. ( Sts ).

Tidak ada komentar