Breaking News

Modus soal Perempuan, Peras Puluhan Juta Rupiah, Terancam 9 Th Penjara





PURWOREJO (KORANPURWOREJO) –
" Peristiwa pemerasan dan penganiayaan, terjadi di rumah Linda Novitasari, Desa Duduwetan, Grabag, Rabu (13/2), sekitar pukul 20.00 WIB. Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga Rp 60 juta.

Pelakunya adalah Tgy (34), warga Desa Sumberagung, kecamatan Grabag, Purworejo. Pelaku Tgy dilaporkan ke polisi, karena  telah melakukan pemerasan dan penganiayaan terhadap Subi Rokli Tesa (22), warga Munggangsari, Grabag pada Rabu (13/2) silam. Demikian diungkapkan AKP Haryo Seto  SH, Kasstreskrim Polres Purworejo, Jumat ( 3/8/2019?)

“Modusnya, Semua berawal saat korban bersama seorang saksi, mengajak pergi Linda Novitasari, istri tersangka, pada Jum’at (8/2), dengan sepengetahuan suaminya,” jelas Akp. Haryo Seto.

Kemudian pada hari Rabu (13/2) malam, korban ditelpon untuk datang ke rumah Marinten, ibu dari Linda Novitasari. Sesampai di lokasi, korban ditanya tersangka, “Kamu kemarin bawa istriku kemana, dicersa pertanyaan lainnya bla...bla...bla...”

Selanjutnya tersangka menganiaya korban, dengan memukul wajah dan kepala beberapa kali dengan tangan mengepal, menendang leher sampai terjatuh dan menginjak perut korban beberapa kali, lalu korban minta maaf.


“Kemudian keduanya berdamai, dengan syarat, tersangka minta uang damai Rp 60 juta. Jika tidak dibayar, korban diancam akan dihajar lagi,” terang Haryo Seto, didampingi Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah.

Modus lainnya, Dengan surat kesepakatan yang ditandatangani keduanya, pada Senin (18/2), korban menyerahkan uang Rp 60 juta kepada tersangka. Tak terima akan perlakuan yang diterimanya, korban akhirnya melaporkan kasus penganiyaan dan pemerasan ini ke polisi.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain,
satu lembar Surat Kesepakatan Bersama, satu lembar kwitansi pembayaran sejumlah Rp 60 juta, uang tunai sebesar Rp 3.650.000,-, satu buah baju lengan panjang merk Cardinal warna biru.

“Tgy dijerat dengan pasal 368 KUHP dan 351 KUHP tentang pemerasan dan atau penganiayaan, dengan ancaman penjara maksimal 9 tahun ” pungkas Haryo Seto. (Mng)

Tidak ada komentar