Breaking News

Dugaan Isyu Uang Terkait Kursi Legislatif, Dilaporkan ke Polres Purworejo.



PURWOREJO
 (KORANPURWOREJO)-- BARU dua hari anggota DPRD terpilih dilantik di Gedung DPRD Rabu ( 14/8/2019), jagad perpolitikan di Purworejo menjadi hangat bahkan diramal bakal  jadi memanasnya suhu politik di Purworejo.

Setidaknya setelah Basuki Rachmat, SH,MHum selaku Ketua LSM GMBI Distrik Purworejo melapor ke Polres Purworejo Kamis malam( 15/8/019),perihal dugaan tindak pidana penyuapan  kepada pejabad negara yang terjadi di wilayah hukum Purworejo.

Jum,at  pagi ( 16/8/2019)  Basuki Rahmat, SH. MHum,  menggelar Pers confrens. Basuki  didampingi Lilik Budi Supriyanto, menjelaskan.



"Bahwa kami mendapat informasi semacam aduan. Kemudian  pada tanggal 8 Agustus 2019, kami mendatangi Koperasi Srikandi yang beralamat di jalan Magelang KM 01. Dari pimpinan Koperasi diperoleh keterangan data.
Bahwa yang bersangkutan  atas kesepakatan beberapa pihak  telah diminta untuk menyetor sejumlah uang". Ungkap Basuki.

"Dana tersebut mencapai ratusan juta rupiah.  Yang disetorkan secara bertahab baik secara tunai maupun tranfer kepada AN .
Atas dasar keterangan yang dilengkapi copy / prent out. Tertera  ada beberapa institusi penyelenggara negara yang menerima kucuran dari saudara AN". Tambah Basuki

Kami selaku LSM GMBI Distrik Purworejo,  memandang perlu , melapor ke Polres Purworejo.  Supaya mengusut dan menyelidiki aktifitas ilegal yang melanggar hukum tersebut. Untuk memeriksa pihak pihak yang terkait ". Tandas Baduki.



Hingga munculah isu dugaan suap menyuap yang melibatkan beberapa nama dan lembaga negara. Berkait dengan perihal nama yang gagal dilantik jadi anggota DPRD dari partai tertentu.

Dirinya merasa perlu melaporkan karena sebelumnya mendapat info dari penyedia dana yang telah menggelontorkan uang untuk kepentingan politik.

"GMBI mengadukan dugaan adanya upaya penyuapan kepada pejabat negara,  ke Polres Purworejo. Harapan kami, supaya ada pengusutan oleh pihak Polres," kata Ketua GMBI, Basuki Rahmat.

Ditambahkan oleh Basuki.  " Bahkan disinyalir, ada manuver yang dilakukan oleh oknum yang menawarkan kepada caleg yang tidak terpilih, bisa duduk di DPRD Kabupaten Purworejo dengan syarat sejumlah dana untuk menggulingkan caleg terpilih.


"Ada dugaan salah satu partai sudah menentukan siapa saja yang akan terpilih, bahkan sebelum  penghitungan suara oleh KPU Purworejo," ujarnya.

Dari hasil penelusurannya, berdasar nama-nama yang disebut diduga partai yang dimaksud Basuki adalah Partai Golkar

Dirinya merasa perlu melaporkan karena sebelumnya mendapat info dari penyedia dana yang telah menggelontorkan uang untuk kepentingan politik.

"Ada dugaan salah satu partai sudah menentukan siapa saja yang akan terpilih, bahkan sebelum  penghitungan suara oleh KPU Purworejo," ujarnya.

Dari penelusurannya,  berdasar nama-nama yang disebut diduga partai yang dimaksud  Basuki Rahmat, SH.MHum, yaitu Partai Golkar Purworejo. Nama nama yang disebut dalam laporan Basuki, ada nama Ketua Bawaslu Purworejo,  Ketua Koperasi Srikandi, Slamet AS dan seseorang bernama Jhoni Latuheru.
Kasat Reskrim Polres Purworejo. Akp Haryo  Seto. Sh kepafa Media membenarkan jika Polres telah menerima pengaduan tersebut.
Pihaknya sedang mempelajari kasusnya.

Sampai berita ini ditulis, belum berhasil
didapat keterangan  dari pihak yang disebut sebut Basuki. Bagaimana fakta kebenarannya.
 (Nang).



Tidak ada komentar