Breaking News

Tanggul Kumuh Blending Pituruh, Dibersihkan Beberapa Warga.




Suasana / Situadi kumuh tanggul Blending

PITURUH ( KORANPURWOREJO) -- SETELAH Irigasi Sungai Kedunggupit kulon,  viral di media sosial, karena jadi area tempat membuang sampah orang - orang  Pasar
Megulung Lor, Kecamatan  Pituruh, Purworejo.

Kini Desa Pituruh, kususnya Pedukuhan Blending yang menjadi daerah  tanggul sungai kumuh  dari belakang Puskesmas sampai batas desa. Bertahun tahun jadi area pembuangan sampah, dibiarkan warganya. Kini mulai tergerak untuk dibersihkan. Sayangnya hanya berapa gelintir orang saja, yang melakukan action. Begitu,pun masih tampak berserakan, hanya dibabad saja. Tidak dimusnahkan.

Minggu pagi ( 4/8/2019) sebagian dari masyarakatnya memulai sadar membabad beberapa pohon dan gulna yang tumbuh liar.

ToMas  Haji Slamet menyewa alat pembersih

Haji Slamet ( pensiunan sekdes) yang juga tokoh setempat, mengaku merasa risih dan malu melihat keadaan di lingkungannya. Apalagi Dukuh blending merupakan bagian wajah Desa dan wajah  kota  Pituruh. Karena letaknya di pinggir jalan utama.

Haji Slamet ( 60 th) mengaku pernah usul kepada Kades Pituruh, supaya memerintah Kadusnya. Katanya sudah diperintah. Tapi sang Kadus, bertahun tidak pernah ada kordinasi dengan warga. Dan melakukan pembiaran. Mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaan pribadinya.

"Saya risih dan malu. Desa disebelah ( Tunjungtejo ) jauh lebih terawat. Tanggul sungai setiap 2 atau 3 bulan sekali dibersihkan. Bebas dari pepohonan dan gulma. Tapi masuk wilayah Pituruh jauh beda, kumuh seperti pembiaran, ungkap Slamet.

Peduli sungai Kalijogo, melakukan pembersihan di Dukuh Blending, dulu warga cuma nonton. Foto dok.


Sementara Aktifis  peduli Sungai Kalijogo, Bang Mat, menambahkan. Blending memang  kesadarannya rendah. Padahal kalau bersih itu yang baik ya lingkungannya.

"Dulu kami perkumpulan Kalijogo, pernah membersihkan sungai di Blending beramai ramai. Bahkan Kades Tunjungtejo, Kades Sekartejo, Kades Kalimati juga ikut. Setelah itu kami pasang tulisan benner . Supaya tidak buang sampah di Sungai. Tapi warga blending hanya nonton. Tidak ada yang mau terlibat, apatis. Padahal tanggul sungai tersebut tepat berada di depan rumah Kadus Blending, tambah Bang Mat.



Sementara Gunadi Suprapto (62 th) aktifis sungai Tirtajaya Purworejo, mengaku pernah  dikunjungi Dinas Lingkungan hidup Purworejo, beliau para tamu geleng geleng kepala. Gunadi pun merasa malu dengan kondisi sungai area Blending.  Pasalnya disamping ada pohon pisang ditanggul, ternyata  beberapa titik tanggulnya jadi area tempat buang sampah warga.

Gunadi Suprapto, menerima pejabad lingkungan hidup dan pengamat lingkungan Ir .Sayogo.

Sukur jika warga mulai sadar lingkungan. Semoga tidak hanya sesaat karena menjelang 17 an.
Jujur, kami para peduli sungai bukanlah betugas melakukan pembersihan di sungai. Tapi sebagai agen penggerak kesadaran masyarakat  ", pungkas Gunadi. ( MNg).

Tidak ada komentar