Breaking News

Purworejo Fair 2019, Sepi dan Kurang Greget

Tampak sepi dan lengang

PURWOREJO ( KORANPURWOREJO.COM)
" Persaingan dalam dunia
usaha, perubahan selera konsumen sangatlah cepat dan ketat . Sehingga menuntut semua pelaku ekonomi bekerja keras untuk menghadapi persaingan jamsn.  Serta harus lebih jeli dalam melihat peluang pasar yang ada .  Serta harus bisa  memanfaatkan perkembangan teknologi informasi" , ungkap Drs. Budihardjono Asisten II. Saat membuka Purworejo Fair 2019 yang diselenggarakan dari hari Sabtu ( 27/7 ) hingga  Sabtu 3 Agustus 2019 nanti.



Ditambahkan oleh Budi. Keberhasilan para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya akan memberikan dampak positif yang besar terhadap perekonomian masyarakat. Antara lain pendapatan masyarakat akan meningkat , lapangan kerja akan terbuka luas dan berbagai usaha terkait  akan tertarik  pula untuk berkembang. Pameran seperti ini merupakan salah satu event yang  bukan hanya sekedar untuk menampilkan potensi daerah saja.  Tetapi juga bisa menjebatani  peluang – peluang usaha dan menjadi lokomotif Bisnis. tegas Drs  Budi Harjono.

Namun, Ketua Laskar  Nusantara Bersatu Kabupaten Purworejo  yakni ,  MA Thohary  menyampaikan pandangannya, bahwa acara Spektakuler Fair 2019 dianggap kurang menarik bagi masyarakat .


Menurutnya acara tersebut diselenggarakan  tidak tepat waktu , sebab diselenggerakannya bukan masa liburan sekolah dan masa pelajar mulai belajar awal tahun.  Sedang para orang tua siswa kebanyakan masih berkosentrasi mengenai biaya sekolah . "Maka saya menilai kurang tepat, bahkan bisa kita katakan sia sia. Karena tidak berjalan sebagaimana medyinya. Sepi dan anyep, ungkapnya.

Sementara, Ketua Pelaksana Pameran Henny Devian  pada media menjelaskan, pameran terdiri dari 110 lapak dengan 132 peserta sewa lapak bervariasi. Bisya tertinggi Rp 5 juta  dan terendah  Rp 1,5 juta.

Sementara MA Thohari sangat menyayangkan, bahwa peserta pameran sebagian besar dari luar daerah. Terkesan belum melibatkan UMKM di Purworejo secara maksimum. Bahkan di sisi timur yang dijadikan penarik publik, pertunjukannya nyaris tidak afa yang menonton.



" Karena biasanya Jalan Setiabudi jadi area kegiatan santai masyarakat, maka scara tersrbut  jadi mengganggu aktifitas warga.  , Karena jalan tersebut merupakan jalan protokol di jantung kota yang setiap harinya selalu padat kendaraan ,  tandad Thohari.

"Mestinya kini mulai  mecari solusi agar kegiatan  pameran, kelak  jangan lagi mengganggu lalu lintas, pungkas  MA , Thohary. ( MM/Mng )

Tidak ada komentar