Breaking News

Paguyuban Becak Motor Resah, Pemda Sosialisasikan Program Bajaj


Para pemilik & pengemudi Bentor ( foto jon)

PURWOREJO ( KoranPurworejo) --
Seperti ada energi penolakan terhadap program pemerintah setempat, terhadap Bentor bakal diganti menjadi Bajaj.
Ratusan pemilik Becakmotor, berkumpul di Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo Purworejo. Senin ( 22/7) , untuk Membentuk paguyuban . Paguyuban dibentuk sekaligus untuk berkoordinasi antar tukang becak terkait isu pelarangan operasional becak di wilayah kota Purwoejo. Karena akan ada program becak motor akan diganti Bajaj.

 Mereka bersikap dengan merapatkan barisan ,memprotes kebijakan Pemkab yang berencana akan mengganti becak motor (bentor) menjadi bajaj. Rencana itu membuat mereka resah dan merapatkan barisan dengan membentuk paguyuban.

Pembina paguyuban R Hery Prihantono , SH kepada wartawan mengatakan,
“ Secara aklamasi  Rumino sebagai ketua paguyuban becak motor Purworejo yang baru, dan Suparman sebagai sekretaris. Dengan pertemuan ini diharapkan bisa memperkuat persatuan becak motor yang ada di Purworejo. Ketika dilarang, pemerintah harus tanggung jawab, memberi solusi. Jangan mengorbankan rakyat terus menerus” ungkapnya, Senin (22/7/2019).

R. Hery Prihantono. SH Aktifis komando bela rakyat.


Para pemilik becak motor mengetahui wacana pergantian bentor menjadi bajaj itu , didapat saat   sosialiasi yang diadakan oleh Dinas Perhubungan beberapa waktu lalu. Pelarangan bentor beroperasi dikarenakan bahwa bentor masih menggunakan mesin rakitan sepeda motor yang belum jelas keabsahannya alias dianggap ilegal

Rumino mengaku resah dengan isu tersebut. Ia berharap pemerintah harus bisa peka terhadap nasib para tukang becak yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo.

“Yang pasti isu itu bener apa tidak secara pribadi saya kurang setuju aja. Sejak audiensi di DPRD Purworejo beberapa bulan lalu aja belum ada kepastian perhatian pemerintah seperti apa terhadap tukang becak,” katanya.

Isu itu lanjutnya, sangat meresahkan para tukang becak. Saat ini saja mereka harus bersaing dengan angkutan kota serta angkutan online lain guna mendapatkan pelanggan. Jika kebijakan itu nantinya tetap diterapkan maka secara pribadi dirinya akan beralih profesi atau menjadi tukang becak kayuh biasa. ( Dt.Mng)

Tidak ada komentar