Breaking News

IDHUL FITRI Pesta Api Obat Abit Di Pituruh, Pawai Oncor Di Ngaran Kaligesing.



PURWOREJO ( KORANPURWOREJO)--Hari Raya Idul Fitri selalu disambut suka cita oleh umat muslim di penjuru dunia. Takbir yang mengagungkan asma Allah menggema dimana-mana, tak terkecuali di beberapa desa di Kabupaten Purworejo.

Diantaranya juga di Desa Pituruh , Kecamatan Pituruh Purworejo. Selain takbir yang disertai pawai obor oncor dari 7 pedukuhan di desa Pituruh, juga disertai pesta Obat abit. Semacam atraksi api menggunakan rantai didua sisinya bernyalakan api.  Lalu diputarkan menggunakan tangan.  Meliuk liuk melingkari tubuh pemainnya.

Penginisiasinya Rosa, Novi, Bangun dan Yogi. Dalam acara tersebut mengelilingi desa Pituruh sejauh 4 Km. Melibatkan hampir seribu anak anak dan remaja. Yang digerakkan Karang Taruna Desa Pituruh. Kegiatan tersebut memang telah jadi tradisi. Yang dipusatkan di satu titik alun alun Pituruh. Hingga menyedot banyak pemudik.


Selain itu juga digelar di  Dukuh Ngaglik, Desa Ngaran, Kecamatan Kaligesing. Luapan kegemberiaan menyambut 1 syawal 1440 H atau tepat pada Rabu (05/06). diwujudkan dengan bersama-sama melantunkan gema takbir sambil berkeliling kampung membawa oncor (obor). Pawai obor yang mayoritas diikuti oleh ratusan anak-anak dan remaja ini tampak sangat meriah.

Dengan suara lantang dan semangat mereka bertakbir mengelilingi kampung. Suasana tambah meriah karena pawai juga diiringi dengan alunan kesenian rebana dan dentuman bedug. Tidak lupa keceriaan anak-anak menambah semarak menyambut kemenangan.


"Kegiatan ini rutin selalu kami lakukan malam menjelang lebaran atau malam takbiran. Ya sebagai bentuk suka cita kita menyambut hari raya," ujar Fatkhusariah dan Mukminin selaku tokoh pemuda setempat, Selasa (04/06) malam.

"Kita mulai jalan tadi pukul 19.30 WIB, dengan memutari setengah desa kisaran 3 kilometer,” imbuhnya.


Sementara itu, Muhamad Ansori atau yang biasa disapa Ayong kordinator kegiatan mengungkapkan, bahwa sejak sore mereka sudah berkumpul untuk mempersiapkan segala keperluan pawai. Seperti membuat oncor yang terbuat dari bambu, berlatih rebana dan peralatan musik tradisional lainnya. Selepas sholat Isya berjamaah dan berdoa, pawai pun dimulai mengitari kampung.

Takbiran keliling menggunakan oncor merupakan tradisi yang sudah turun temurun, tahun ini antusias peserta juga meningkat,” ujarnya. ( Mas Nang).

Tidak ada komentar