Breaking News

Dua Keluarga Petugas Bawaslu Yang Meninggal Terima Santunan Rp 36 Juta

Bawaslu Jateng melalui koordinator Sekretariat Bawaslu Purworejo Senin (10 /6/2019 ) menyerahkan dana santunan pada dua Keluarga  pengawas pemilu Kabupaten Purworejo yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pada pemilu 2019 lalu .Keduanya  mendapat dana santunan dari Bawaslu Provinsi Jateng. Kedua keluarga itu adalah Nurhadi dan Muchtarom. 

Nurhadi Pengawas Pemilu Desa Megulung Lor, Kecamatan Pituruh. Sedangkan, Muchtarom adalah Pengawas TPS 08 Desa Kalisemo Kecamatan Loano menerima dana santunan sebesar Rp 36 juta.

“Kedua almarhum kini meninggalkan anak-anak yang masih dibawah umur. Nurhadi meninggalkan tiga orang putri yang kini diasuh oleh ibu dan neneknya. Namun sebelum Nurhadi meninggal, status ibunya sudah cerai. 
Sedang Muchtarom  meninggalkan seorang putra. Kemudian status anak menjadi yatim piatu karena sepuluh bulan sebelumnya ibunya telah meninggal,” kata Didik Budi Prasetyo, Ssos

Dana santunan diberikan secara non tunai  masuk ke rekening atas nama kuasa ahli waris dari keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Purworejo, Didik Budi Prasetyo, S.Sos mengatakan dana santunan diberikan langsung oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah ke masing-masing keluarga. “Bawaslu Kabupaten Purworejo bertugas melengkapi berkas administrasi dan mengawal pemberian dana santunan tersebut ke pihak keluarga. Bawaslu juga memastikan agar dana santunan itu diterima oleh pihak keluarga serta dapat dipertanggungjawabankan,” kata Didik, Senin siang  ( 10 /6/2019) .

Ditambahkan Didik, dana santunan sebesar Rp 36juta itu diharapkan dapat dipergunakan untuk kebutuhan pendidikan anak-anak almarhum. “Bawaslu telah  melakukan konfirmasi ulang terkait dana santunan. Sebelum lebaran kemarin, informasi yang kami terima dana santunan sudah masuk ke rekening. Setelah menerima, harapannya dana dapat digunakan untuk menunjang pendidikan anak-anak”, katanya.

“Karena masa depan anak-anak almarhum masih panjang. Sehingga harus dimanfaatkan betul dana santunan itu untuk kebutuhan pendidikan. Jangan sampai uang tesebut digunakan untuk keperluan harian”, jelas Didik. 


  • Untuk biaya kehidupan sehari-hari diharapkan dapat ditanggung bersama oleh keluarga, pungkas Didik. (Nang)

Tidak ada komentar