Breaking News

Demo Dugaan Penyelewengan Dana Desa Wonosari, Ditengarai Bisa Menular.


KEMIRI ( KORANPURWOREJO) -- Setelah sebelumnya ( menjelang puasa ) oleh warganya  dilaporkan ke Polres Purworejo,. Kinim Idhul fitri  baru saja usai,  Selasa ( 11/6/2019)  Ratusan warga Desa Wonosari Kecamatan Kemiri mendatangi balai desa untuk beraudensi dengan kades Sri Darwati. 

Kedatangan warga yang dikordinator Sugiyanto dan Marino, meminta Sri Darwati untuk menemui. Mereka  menyoal sejumlah dana bantuan yang diterima Desa Wonosari selama ini, dinilai  tidak jelas penggunaannya.

Warga datang dengan membawa berbagai macam tulisan ala demonstran, mereka berteriak-teriak agar Kades yang telah dua kali menjabat ini keluar. Suasana makin ricuh, warga berteriak dan memukul-mukul meja karena Sri Darwati tak kunjung keluar menemui mereka.

Bahkan KBO Intel Polres Purworejo, Irfan Sobirin datang turut memantau ke Balai Desa . Bahkan mencoba menenangkan warga. Irfan meminta kepada warga yang emosi tidak sampai melakukan tindakan anarkis yang berujung pada pelanggaran hukum.

“Jangan sampai menimbulkan masalah baru. Kami akan membantu kelancaran aksi, jangan ada perusakan, perkelahian dan tindak pidana lain. Jangan sampai merusak inventaris desa, sekecil apa pun adalah milik negara tidak boleh dirusak,” kata Irfan yang disambut teriakan warga. Selasa 11 Juni 2019.

Sementara itu Kasiyem (60), warga RT 1 RW 1 yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan bahwa rumahnya pernah didaftarkan ikut program bedah rumah pada tahun 2016 lalu. Namun hingga saat ini belum juga ada realisasi.

“Katanya mau diikutkan bedah rumah tapi sampai sekarang, sampai rumah saya ambruk tidak ada bantuan. Saya sampai pinjam uang untuk memperbaiki rumah,” kata Kasiyem ketika diwawancara media saat demo berlangsung. Selasa 11 Juni 2019.

Tidak hanya dana bedah rumah banyak sekali dana-dana yang diduga tidak diketahu penggunaannya. Ada dana untuk grup kesenian Rebana dan Dolalak yang besarannya mencapai puluhan juta rupiah.

Selain itu dana drainase komplek balai desa, posyandu, Dana Bantuan Gubernur,  pembentukan Bumdes, renovasi TK/PAUD dan lain-lain dengan jumlah mencapai Rp 563,763 juta. Dana sebanyak itu diduga penggunaannya tidak jelas.

R. Hery Prihantono, SH.
Ketua KoBeRa Purworejo.

Sementara Aktifis Komando Bela Rakyat  ( KBR)  Purworejo, R. Hery Prihantono, SH, saat dimintai komentarnya berkait dengan munculnya beberapa masalah penggunaan dana desa di wilayah Purworejo. 

Hery mengatakan , Sekarang rakyat sudah mulai pintar. Serta berani, karena diera sekarang hukum benar benar mulai ditegakkan. Lagian penggunaan keuangan desa memang dituntut transparan.  Ungkap Hery.

" Ini juga bakal bisa membahayakan situasi,  karena bisa jadi menular kemana mana,  dan bisa mewabah. Sebab sudah ada 14 Kades yang dilaporkan ke Kejaksaan , soal transparansi penggunaan dana Desa. Bahkan sudah ada yang terkena putusan dan masuk penjara ", imbuh Hery Prohantono, SH. (Mnang).

Tidak ada komentar