Breaking News

BUPATI Purworejo Lawatan Ke Belanda, Jadi Gunjingan Warga & Nitizen.


PURWOREJO ( KORANPURWOREJO) --- MELAKUKAN Lawatan ke luar negeri, Bupati Purworejo, Agus Bastian  yang disertai Ketua DPRD Purworejo, Luhur Pambudi, Sekda Said Romadhon, Kepala Bappeda Pram Prasetyo Adi, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo, AP. Dijadwalkan rombongan fuul selama sepekan hingga  hari Sabtu (22/62019).

Kunjungan Bupati Purworejo sempat jadi gunjingan warga nitizen dan warga Purworejo. Sebelumnya Bupati pernah berkunjung ke belanda, dan beberapa negara eropa. 
Setelah sukses memboyong beberapa pejabat ke Hungaria, Kroasia, dan Thailand, kini Bupati lawatan ke Belanda dan Swedia, berangkat hari  Senin (17/6)  dan direncanakan Sabtu  (22/ 6/2019 ) rombongan akan kembali ke tanah air.

Khusus kunjungan ke Belanda, Kepala Bagian Humas Setda Purworejo, Gatot Seno Aji mengungkapkan, kunjungan sebagai bentuk napak tilas dan penggalian sejarah Kabupaten Purworejo. Dimana Purworejo memiliki keterikatan sejarah yang erat. Bahkan kultur Belanda – Purworejo melebur dalam kesenian Dolalak.

Kunjungan ke Belanda untuk mengenal tentang Purworejo lebih jauh,” saat dikonfirmasi, Selasa (18/6/2019) siang.
Sementara terkait anggaran, berdasarkan informasi yang berhasil digali, kunjungan itu menelan keuangan daerah yang jumlahnya tidak sedikit. 



Khusus untuk anggaran Ketua DPRD, sedikitnya Luhur Pambudi menghabiskan anggaran hingga Rp 180 juta. Dengan perincian tiket pesawat eksekutif pulang pergi Rp 90 juta, uang harian Rp 6.945.000, ditambah uang hotel dan uang makan.

"Sebenarnya, anggaran di Dewan untuk ke luar negeri itu PP menggunakan kelas ekonomi sebesar Rp 44 juta. Namun tiba-tiba ada permintaan dari pihak eksekutif untuk menyesuaikan dengan bupati yang naik kelas eksekutif," jelas Wakil Ketua DPRD, Kelik Ardhani kepada wartawan. 

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Yohpi Prabowo, mengatakan bahwa dalam proses anggarran tertuang dalam aturan dari Kementrian Keuangan yang diatur oleh Peraturan Menteri (Permen).

Tahun 2019 ini, dalam Anggaran yang ada di DPRD Jawa Tengah mencantumkan dua kali kunjungan ke luar negeri. Satu kali ke Swedia dan satu kali ke Vietnam. Biasanya anggaran kunjungan ini sesuai dengan anggaran dan tujuan kunker eksekutif.

Setiap kunjungan kerja, selalu dipertimbangkan berdasarkan kepentigan dan manfaatnya,” 

Diperoeh keterangan, Untuk anggaran habisnya berapa belum bisa diketahui karena belum tahu nanti disana keperluanya apa saja,” kilahnya.
Jika anggaran kunjungan kerja yang dipakai oleh pejabat eksekutif sama dengan Ketua DPRD, maka total perjalanan tersebut menjapai angka Rp 900 juta rupah. Masing-masing @Rp 180 juta di kali lima orang.

Diperoleh keterangan dari salah satu rombongan,  bahwa kepergian Bupati  ke Belanda, untuk mengurus dokumen milik Purworejo yang ada di Belanda . Antara lain Buku Babad Kedung Kebo karya RAA Tjokronagoro 1. Beberapa hal yang akan ditindaklanjuti antara lain catatan tentang RM Turkijo Purboatmodjo (Bupati Sawunggalih) terkait kiprahnya sebagai ahli irigasi. Juga sejarah lengkap Dokter Tjitrowardojo. Semua dokumen tersebut ada di Belanda.

“Ada peluang untuk mengembalikan peninggalan kita yang ada di Belanda. Untuk itu akan dikoordinasikan dengan Kementerian Kebudayaan dan Kedubes. Sesuai saran Dubes agar kita bersurat ke Museum Nasional Belanda, ”tandas Pram.

Sementara Agung Wibowo kepada Media mengatakan, setelah bertemu Dubes RI di Den Haag, bupati dan rombongan berkunjung ke Madurodam untuk belajar pengelolaan pariwisata buatan. 

Pada kesempatan itu rombongan sempat menikmati wisata canal, yaitu saluran air yang bisa dinikmati dengan kapal fery untuk melihat bangunan heritage dan sejarahnya.
Agenda berikutnya di Museum Madame Tussauds untuk belajar penataan museum yang rencananya untuk pengembangan Art Center Pwr.
Yang selanjutnya akan melanjutkan perjalanan ke Belgia untuk melihat dan belajar Border City . KononSemua itu dilakukan untuk mencari refrensi tetang wisata buatan yang mungkin bisa diaplikasikan di Purworejo.. (Nang).)

Tidak ada komentar