Breaking News

Supir Angkot Gauli Pelajar Dibawah Umur, Terancam Penjara 15 Th



PURWOREJO (KORANPURWOREJO ) -BERDALIH pacaran , seorang sopir Angkot bernama Heri Susanto ( 34 th ),  warga Desa Butuh, Kecamatan Butuh Purworejo. 
Dengan bujuk rayunya, akhirnya bisa menggauli anak dibawah umur, berinisial DF ( 16 th) . Df sendiri setatusnya adalah seorang pelajar di sebuah SMA di Purworejo.

Kapolres Purworejo Akbp. Indra Kurniawan Mangunsong. Sik , MM, Melalui Kasatreskrim Akp. Haryo Setio Liestiawan, Kamis  (23/5) menjelaskan.
Kasus ini terbongkar ketika orang tua DF berinisual R  melaporkan Pelaku kepada Polisi.
   Kemudian, Satreskrim Polres Purworejo menangkap pelaku Heri Susanto (34?th)  Senin (20/05/2019) sore.
Tersangka Heri Susanto (34) warga Desa Butuh Kabupaten Purworejo ditangkap dirumahnya Desa Butuh RT 01 /RW 03, Kecamatan Butuh, Purworejo.



Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Haryo Setio Listiawan, mengatakan, tersangka telah melakukan pencabulan terhadap korban DF (16) sebanyak dua kali dan dilakukan di rumahnya, Dengan bujuk rayu Df bisa dicabuli pada hari Kamis (11/4/2019 ) dan pada hari Sabtu ( 27/4/2019). Kata Kasatreskrim Akp . Haryo Setio.

Ditambahkan Akp.Haryo Setio,
Dari tangan tersangka dilakukan penyitaan barang bukti berupa 2 baju, 2 celana panjang, 2 celana dalam dan 2 kerudung milik korban.

"Selain itu juga petugas mengamankan 2 buah Hp yang digunakan untuk berkomunikasi antara tersangka dan korban," ujar Haryo.

Kepada Media tersangka Heri Susanto, mengaku dangat menyesali perbuatannya. Ia mengaku sudah berkeluarga. Namun sedang dalam prosrs perceraian dengan istrinya.
Selama ini, dirinya sering kalut dan merada kesepian.
Heri, mengaku DF adalah pelajar yang jadi pelanggan Angkotnya. Ia saling kenal, kemudian menganggapnya sudah pacaran. Dengan bujuk rayunya, hingga akhirnya DF bisa dibawa di rumahnya, hingga terjadi persetubuhan.

Dari kejadian tersebut tersangka di jerat dengan Pasal 81 (2) UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman Pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.( S.Tirta)

Tidak ada komentar