Breaking News

MENYEDIHKAN ,Layla Siswi SMPN2 , Terancam Buta, Akibat Ulah Oknum Polisi.




NASIB Buruk menimpa  pelajar di bawah umur . Ia mengalami cedera serius di mata sebelah kananya akibat mendapat tindakan yang diduga dilakukan oleh salah satu anggota polisi Polres Purworejo. 

Korban bernama Layla Putri Ramadhani. Ia merupakan Siswa kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo. Umurnya baru 16 tahun, dikenal sebagai anak pintar dan berprestasi di bidang seni.
Layla diduga menjadi korban pelemparan HT oleh seorang petugas kepolisian yang sedang melaksanakan operasi candi di Lengkong, Kecamatan Banyuurip, Selasa (30/4).

Sumber di rumah sakit Purworejo,  bahkan memprediksi , korban terancam mengalami kebutaan permanen.
Layla diketahui tinggal jauh dari orangtuanya. Ia hanya tinggal bersama simbah dan satu orang kakanya di Desa Bedug RT 03 RW 02 Kecamatan Bagelen. Melihat kondisi Layla dalam perawatan Rumah Sakit, menjadikan terenyuh, dan sedih.

Dari informasi yang dihimpun KoranPurworejo ,  kejadian tersebut bermula  saat oknum polisi yang sedang melakukan razia diduga  kesal dengan sikap teman Layla yang mengedarai motor berusaha menghindari tilangan. Sontak, petugas berseragam itu marah dan melempar HT dan mengenai mata sebelah kanan Layla.


Akibat peristiwa itu, bola mata sebelah kanan Layla robek. Akhirnya, Ia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tjitrowardoyo. Bahkan Ia sempat hampir tak sadarkan diri karena tidak mampu menahan rasa sakit akibat pendarahan di matanya.

Setelah diperiksa, ternyata Layla mengalami luka yang cukup berat. Bahkan RSUD Purworejo tidak sanggup menanganinya. Akhirnya Layla dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito di Jogjakarta untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Menurut sumber dari Humas RSUD Tjitrowardoyo Purworejo, pihak rumah sakit sudah berusaha menangani luka mata Layla. Namun atas keterbatasan peralatan, dokter memberikan rekomendasi untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai.

“Akhirnya kami rujuk karena peralatan di Rumah Sakit kami (Tjitrowardoyo,red) kurang memadai,” kata pegawai RSUD Purworejo yang namanya tidak ingin disebutkan, Rabu (1/5).


Bibi Layla, Tri Wahyuni (35) mengatakan, luka yang dialami keponakanya di bagian mata sebelah kanan sulit disembuhkan. Pernyataan itu bersumber dari dokter yang menanganinya. “Dokter bilang mata sebelah kanan (milik Layla,red) buta permanen. Kecil sekali kemungkinan disembuhkan karena bola matanya itu robek,” katanya saat dikonfirmasi Metrotime di RS Sardjito Jogjakarta sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Tri Wahyuni juga mengaku sangat mengecam tindakan kepolisian yang berlaku tidak sesuai prosedur. Ia pun meminta oknum polisi tersbut ditindak dengan tegas dan dihukum seberat-beratnya karena telah menyebabkan mata Layla cacat permanen.

Dirinya juga menyayangkan pihak Polres Purworejo yang terkesan menganggap remeh perilaku yang dilakukan anggotanya. Pasalnya sampai dengan satu hari selepas kejadian tersebut pihak polres belum membuka pembicaraan.



Waka Polres Purworejo Kompol Andis Arfan Tofani kepada media,  membenarkan atas insiden tersebut. Pihaknya mengungkapkan, bahwa peritiwa tersebut terjadi saat pihak kepolisian melakukukan giat resmi yakni saat berlangsungnya Operasi Candi 2019.

Saat itu, petugas melakukan upaya penindakan dengan memeriksa kelengkapan kendaraan para pengendara. Di tengah proses pemeriksaan, korban yang saat itu membonceng temanya, Fikri, melewati jalur tersebut. Kemudian petugas berusaha memeberhentikan kendaraan dengan tujuan memeriksa kelengkapan berkendara.

Namun bukannya berhenti mengikuti arahan petugas, Fikri malah berusaha kabur dengan tetap menjalankan kendaraan. Sehingga petugas berusaha memberhentikan kendaraan dengan tangan yang kebetulaan saat itu memegang HT.

Jadi tidak benar kalau HT dilempar oleh petugas, karena saat HT mengenai wajah korban masih dalam genggaman petugas,” ujarnya  di Unit Laka Lantas Polres Purworejo, Kamis (02/05) siang.

Pihaknya pun mengaku sebelumnya tidak mengetaui perihal peristiwa tersebut. Kepolisian mengetahui insiden tersebut setelah korban sudah dirawat di Rumah Sakit Dr. Tjitrowardojo Purworejo. Pihaknya mengaku setelah kegiatan operasi penertiban selesai tidak ada tanda-tanda atau laporan atas insiden tersebut. 

Kami awalnya kaget karena memang menurut petugas yang di lapangan, kendaraan saat hendak menerobos terjadi oleng sehingga tanpa sengaja HT mengenai korban,
Kami sudah melakukan pendampingan terhadap korban, yakni dari proses pemindahan dari rumah sakit Purworejo sampai Yogyakarta, pungkasnya. ( MN ).

Tidak ada komentar